kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Pemerintah siap bantu penanganan bencana Selandia Baru


Senin, 28 Februari 2011 / 17:30 WIB
ILUSTRASI. Wajb pajak mengantri untuk melaporkan surat pemberitahuan di gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta. Foto diambil pada 31-3-2017.


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah berjanji membantu penanganan bencana alam Selandia Baru. Wakil Presiden Boediono mengatakan, pemerintah akan memberikan bantuan sesuai kebutuhan.

Rencana itu terungkap saat Wakil Presiden (Wapres) Boediono menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Selandia Baru untuk Indonesia David Tailor. "Wapres menyampaikan belasungkawa dan menanyakan apa yang diperlukan," ujar Juru bicara Wapres Yopie Hidayat di Istana Wapres, Senin (28/2).

Selanjutnya, pemerintah akan menggelar koordinasi untuk merumuskan bantuan itu. Wapres meminta Kementerian Luar Negeri dan Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4) berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Selandia Baru untuk merumuskan bantuan yang dibutuhkan.

Yopie menambahkan, koordinasi itu penting sehingga bantuan dari Indonesia benar-benar bermanfaat. "Mereka kan kemampuan teknisnya lebih dari kita, jadi mesti ditanya apa yang dibutuhkan," katanya.

Sebagai informasi, gempa bumi mengguncang Christchurch, Selandia Baru pada Selasa (22/2). Saat ini, gempa berkekuatan 6,3 pada skala richter itu menyebabkan 148 orang tewas. Hingga kini pencarian terhadap korban masih berlangsung lantaran pemerintah Selandia Baru memperkirakan korban akan bertambah.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, akan terus memantau perkembangan pencarian korban sehingga bisa mengetahui apakah ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban. Menurutnya, hingga kini belum ada WNI menjadi korban

Adapun pemerintah akan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Selandia Baru. "Soal bantuan akan disesuikan dengan kebutuhan mereka," kata Marty.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×