kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.880   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Pemerintah Segera Cairkan Standby Loan US$ 4,4 Miliar


Rabu, 25 Februari 2009 / 11:40 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah memastikan akan menarik pinjaman siaga alias standby loan sebesar US$ 4,4 miliar atau sekitar Rp 44,5 triliun. Langkah ini dilakukan untuk menutup defisit anggaran yang membengkak menjadi Rp 139,5 triliun atau 2,5% dari produk domestik bruto (PDB).

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan, pemerintah akan gunakan standby loan bila obligasi tidak marketable. "Standby loan akan kita pakai untuk tutupi kebutuhan US$ 4,4 miliar atau sekitar Rp 44,5 triliun. Ini akan kita pakai seandainya obligasi tidak capai target," ujar Paskah di gedung DPR, Selasa malam (24/2).

Selain itu, sambungnya, pemerintah juga akan menarik dana sebesar Rp 1,1 triliun dari tambahan pinjaman program untuk membiayai pembengkakan defisit lantaran anggaran untuk stimulus, khususnya, stimulus infrastruktur yang kini menjadi Rp 12,2 triliun.

Mengenai dana dari tambahan pinjaman program, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu menjelaskan, pemerintah bakal mendapatkan bukan dari pinjaman multilateral, melainkan bilateral.

Sayang, dia enggan menjelaskan dari negara mana asal muasal uang tersebut. "Pokoknya pembiayaan itu sudah aman. Pembiayaan diperlukan untuk nutup defisit yang direncanakan," katanya singkat.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah menjamin pinjaman yang bakal dicairkan pemerintah untuk menutup tambahan defisit tahun ini dari sumber pembiayaan yang paling baik. "Pokoknya saya akan menggunakan sumber yang paling baik dan paling kecil risiko dan bebannya," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×