kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

Pemerintah Perkuat Logistik Pangan Jelang Nataru, Harga Cabai Jadi Perhatian


Senin, 26 Oktober 2026 / 15:26 WIB
Pemerintah Perkuat Logistik Pangan Jelang Nataru, Harga Cabai Jadi Perhatian
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (KONTAN/Hervin Jumar)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memperkuat kesiapan logistik dan distribusi pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama cabai rawit dan cabai merah yang turut mempengaruhi inflasi pada September 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan pergerakan harga pangan masih bervariasi. Sejumlah komoditas relatif stabil, sementara komoditas lain mengalami kenaikan maupun penurunan harga.

“Ini yang menjadi perhatian masyarakat kita, termasuk harga-harga. Ada yang stabil, ada yang naik, ada yang turun juga. Termasuk yang naiknya cabai rawit, cabai merah,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di kantornya, Senin (26/10/2026). 

Baca Juga: Danantara Targetkan Investasi Rp 200 Triliun di 2026, Andalkan Dividen BUMN

Menurut Zulkifli, pemerintah perlu mempersiapkan kebutuhan pangan sejak dini untuk mengantisipasi peningkatan permintaan menjelang Nataru dan periode Ramadan. 

Persiapan tersebut mencakup kesiapan logistik serta kelancaran distribusi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Juga kita akan menghadapi Desember nanti, Natal dan tahun baru. Jadi kita jauh hari, kita bersiap-siap agar punya cukup waktu untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dan kita menyiapkan persiapan logistik distribusi sebaik-baiknya,” katanya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, mengatakan kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah turut mempengaruhi inflasi September 2026. Inflasi tahunan pada periode tersebut tercatat sebesar 3,28%, sedangkan secara bulanan terjadi kenaikan sebesar 0,3% dibandingkan Agustus 2026.

Tito menjelaskan, tekanan harga pada kelompok makanan dan minuman terutama berasal dari cabai, bukan dari bahan pangan pokok. 

Tekanan harga tersebut dipengaruhi oleh kondisi kekeringan di sejumlah daerah sentra produksi sehingga mengurangi produksi cabai dan mendorong kenaikan harga.

Baca Juga: Bappenas Ungkap Pendapatan Per Kapita RI Tertinggal dari Negara Tetangga

“Sektor makanan-minuman ini, kita melihat yang utamanya cabai, bukan makanan pokok, cabai rawit dan cabai merah. Terutama dikarenakan kekeringan, ya, sehingga beberapa daerah produksi cabai rawit berkurang,” ujar Tito dalam kesempatan yang sama. 

Tito menilai, kenaikan harga cabai dapat memberikan keuntungan bagi petani. Namun, pemerintah tetap perlu menjaga keseimbangan harga agar kenaikan tidak semakin membebani masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah.

Salah satu upaya yang didorong adalah penanaman cabai di wilayah perdesaan maupun perkotaan. 

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan di daerah sekaligus mengurangi tekanan harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×