kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Pemerintah lirik potensi pendanaan baru dari luar negeri


Senin, 03 Desember 2018 / 23:27 WIB
ILUSTRASI. Uang dollar AS


Reporter: | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melirik skema pendanaan baru dari luar negeri. Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K Ro mengatakan, pemerintah akan melakukan diversifikasi pembiayaan dari negara lain.

Saat ini Indonesia telah meluncurkan Komodo Bond sebagai instrumen pembiayaan. "Kami akan lanjutkan diversifikasi pembiayaan dari negara lain, misalnya Korea dengan Arirang Bond, kemudian Jepang dengan Samurai Bond," ujar Aloy usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senin (3/12).

Pendanaan dari luar Indonesia dinilai memiliki potensi besar. Aloy bilang, pendanaan yang berasal dari luar negeri lebih murah dibandingkan dengan instrumen yang ada di dalam negeri.

Selain itu, kapasitas pendanaan dalam negeri pun masih terbatas. "Ini kebutuhan yang besar, jadi tidak cukup dari domestik," terang Aloy.

Meski mengandalkan pendanaan dari luar negeri, Aloy tidak mengkhawatirkan mengenai fluktuasi nilai tukar. Hal itu disebabkan pendanaan yang berasal dari luar Indonesia saat ini menggunakan skema pembayaran jangka panjang yang berkisar antara 20 tahun-30 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×