kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Pemerintah Kurangi Penerbitan Utang Hampir Rp 300 Triliun Tahun Ini


Rabu, 05 Juli 2023 / 10:21 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) bersama Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata (kiri) memberikan paparan


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana mengurangi penerbitan utang tahun ini sebesar Rp Rp 289,9 triliun, atau menurun 41,6% dari target yang sebesar Rp 696,3 triliun.

“Pembiayaan utang menurun 41,6% atau berkurang Rp 289,9 triliun dari target,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam postingan akun instagramnya @smindrawati, Selasa (4/7).

Adapun berkurangnya penerbitan ini sejalan dengan defisit Anggran Pendapatan dan Belanja (APBN) tahun ini yang diperkirakan lebih rendah dari proyeksi awal yakni sebesar 2,84% terhadap PDB.

Baca Juga: Isu Soal Utang Indonesia ke IMF Muncul Lagi, Sri Mulyani Heran

Sebelumnya, pemerintah menargetkan defisit APBN tahun ini sebesar Rp 486,4 triliun atau 2,28% dari PDB.

Untuk diketahui, pengurangan penerbitan ini bukan kali pertama dilakukan. Pemerintah juga berhasil mengurangi penerbitan utang sebesar Rp 255,2 triliun sepanjang 2022.

Selain itu, realisasi pembiayaan utang pemerintah sepanjang 2022 tersebut mencapai Rp 688,5 triliun, atau turun 20,9% dibandingkan dengan realisasi pada 2021.

Realisasi penerbitan utang tahun lalu juga lebih rendah dari rencana awal dalam Perpres No. 98/2022 yang ditetapkan sebesar Rp 943,7 triliun.

“Ini artinya defisit kita jauh lebih kecil sehingga kita tidak perlu menerbitkan surat utang sebesar yang tadinya direncanakan di awal, yang mana di Perpres disebutkan Rp 943,7 triliun dan realisasinya di Rp 688,5 triliun atau 73%,” katanya Sri Mulyani waktu itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×