kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pemerintah kembali gulirkan program konversi BBG


Kamis, 20 November 2014 / 18:48 WIB
Pemerintah kembali gulirkan program konversi BBG
ILUSTRASI. The sun sets behind a crude oil pump jack on a drill pad in the Permian Basin in Loving County, Texas, U.S. November 24. REUTERS/Angus Mordant


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah menunjukkan keseriusannya untuk melanjutkan program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Dengan menugaskan kembali PT PGN (persero) dan PT Pertamina (persero) untuk membangun lebih banyak lagi stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG).

Menteri koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo menuturkan sudah saatnya seluruh transportasi publik untuk beralih ke BBG. “Suatu saat nanti transportasi harus menggunakan gas, untuk itu PGN dan Pertamina harus menyiapkan SPBG” ujar Indroyono, Kamis (20/11).

Asal tahu saja, PT Pertamina (Persero) akan membangun 150 SPBG baru per tahun. Berdasarkan informasi yang didapat Kontan, awal tahun 2015 akan dibangun 60 SPBG sebagai langkah awal yang akan diintegrasikan dengan SPBU yang tersebar di wilayah Jabodetabek.

Langkah ini menurut Indroyono merupakan program lama yang menjadi suntikan semangat untuk mengatasi ketergantungan angkutan terhadap BBM. Dengan penggunaan gas, dinilai Indroyono akan memacu perusahaan negeri untuk membuat SPBG. Di samping BBG memiliki keunggulan yakni lebih ekonomis dan ramah lingkungan ketimbang BBM.

Menyangkut permasalahan konverter kit, Indroyono memastikan pemerintah bakal memberikan insentif supaya masyarakat lebih leluasa mengaksesnya. “Kita carilah kemudahannya, dan nanti dicari insentif supaya orang mau pakai gas” tutur Indroyono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×