Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah mengarahkan agar Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank nasional lainnya kembali memberikan pinjaman bagi industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dan garmen yang dinilai sudah bangkit.
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan, kedua industri tersebut yang dulunya dilihat sebagai sunset industri (mengalami kemunduran), kini sudah mulai bangkit kembali.
Sebagai catatan, industri TPT berkontribusi sekitar 0,97% terhadap PDB, menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja, serta memiliki nilai ekspor sekitar US$12 miliar.
Baca Juga: BPJT Dorong Tiga Proyek Tol, Anggaran Konstruksi Capai Rp 3,29 Triliun pada 2027
Pemerintah juga menyebut TPT sebagai salah satu sektor padat karya yang strategis. Pertumbuhan sektor TPT berada di atas pertumbuhan ekonomi, yakni mencapai 5,6%. Sementara itu, industri kulit dan alas kaki tumbuh sebesar 8,25%.
“Karena diperbankan memang dulunya dilihat sebagai sunset industry (TPT dan garmen), nah itu juga dikembalikan agar Bank Himbara dan juga Bank Nasional lainnya memberikan pinjaman, terutama dalam rangka perbaikan mesin-mesin yang sudah cukup tua,” tutur Rosan dalam konfarensi pers di Istana Kepresidenan, Selasa (22/9/2026).
Rosan menilai daya saing atau competitiveness produk tekstil dan garmen Indonesia masih perlu diperkuat. Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan penyempurnaan, baik dari sisi kebijakan maupun insentif yang dapat diberikan kepada industri.
Salah satu insentif yang akan dipertimbangkan untuk sektor tekstil adalah pemberian kembali tax holiday. Selama ini, tax holiday dan tax allowance diberikan untuk jenis investasi baru.
Selain itu, pemerintah di daerah juga akan menyiapkan kawasan khusus yang mengintegrasikan industri dari sektor hulu hingga hilir. Integrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dengan pemanfaatan teknologi yang tepat sehingga produk tekstil dan garmen Indonesia memiliki daya saing yang lebih baik.
“Karena kita ketahui bersama, industri tekstil ini penyerapan terhadap kerjanya salah satu yang paling tinggi di dalam industri nya. Jadi, dan kebijakan-kebijakan lain nanti kita akan koordinasikan bersama di bawah pimpinan nanti oleh Pak Menko (Airlangga), baik kementerian keuangan, penindustrian, perdagangan, kami, investasi, dan juga BUMN,” jelasnya.
Ia menambahkan, inisiatif tersebut merupakan upaya untuk mendorong industri tekstil dan garmen Indonesia kembali menjadi salah satu industri yang maju serta memberikan dampak positif dan besar terhadap perekonomian, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
Baca Juga: 705.000 Korporasi Nonaktif, Ekonom: Bisa Buka Celah Perusahaan Cangkang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














