kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Pemerintah bela Sinarmas Grup


Jumat, 24 September 2010 / 18:13 WIB
Pemerintah bela Sinarmas Grup


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah membela Sinarmas Grup. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa grup usaha tersebut tidak melanggar aturan dengan merusak hutan dan lahan gambut.

Pemerintah berencana melakukan kampanye untuk menghadapi tudingan tersebut. "Kalau selalu kita disudutkan pada pelanggaran seperti itu padahal kenyataannya tidak, itu mengganggu juga. Harus lakukan campaign," ucap Hatta disela acara Musyawarah Nasional (Munas) VI Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Jumat (24/9).

Sinarmas grup dituding telah merusak hutan dan membuka lahan gambur yang kaya karbon oleh Greenpeace, organisasi pencinta lingkungan. Greenpeace lalu mendesak sejumlah mitra Sinarmas Grup memutuskan hubungan bisnis dengan perusahaan kelapa sawit dan kertas tersebut.

Yang terbaru, perusahaan makanan cepat saji asal Amerika Serikat, Burger King telah memutuskan untuk tidak membeli minyak kelapa sawit dari Sinarmas Grup. Langkah Burger King ini mengikuti langkah Univeler, Nestle dan Kraft.
Hatta menyatakan, kampanye perlawanan itu akan dilakukan oleh Kementerian Pertanian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×