kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.541.000   21.000   1,38%
  • USD/IDR 15.880   50,00   0,31%
  • IDX 7.196   54,65   0,77%
  • KOMPAS100 1.104   9,46   0,86%
  • LQ45 877   10,80   1,25%
  • ISSI 221   0,74   0,34%
  • IDX30 449   6,10   1,38%
  • IDXHIDIV20 540   5,33   1,00%
  • IDX80 127   1,26   1,00%
  • IDXV30 135   0,57   0,43%
  • IDXQ30 149   1,56   1,06%

Pemerintah Akan Rancang Aturan Minimalisasi Biaya Calon Kepala Daerah


Jumat, 23 April 2010 / 17:30 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) umumnya sarat biaya yang cukup besar. Karena itu, pemerintah akan menyusun aturan untuk menekan biaya yang mesti dikeluarkan para calon kepala daerah.

Hal itu bertujuan meminimalisasi peluang bagi para calon kepala daerah untuk korupsi sebagai kompensasi mengganti dana pilkada yang telah dikeluarkannya. "Kita merancang bagaimana meminimalisasi anggaran, biaya bagi calon," ujar Gamawan usai rapat terbatas di Istana Wakil Presiden, Jumat (23/4).

Cuma, Gamawan belum bisa memastikan bentuk aturan yang mewadahi kebijakan itu. Sebab, menurutnya, Kementerian Dalam Negeri akan mengkaji seperti apa mekanismenya nanti. Salah satu persoalan utama yang akan dikaji adalah selama ini calon kepala daerah yang membiayai sendiri kampanye, bukan partai pengusung.

Menurutnya, apabila dalam pemilihan menghabiskan Rp 50 miliar maka kepala daerah terpilih dalam setahun harus siap mengumpulkan Rp 10 miliar, "Gajinya (gubernur) Rp 8,5 juta, itu 1000 kali lipat darimana dicari, sehingga terjadilah seperti sekarang ini banyak yang berurusan dengan hukum." imbuhnya

Selain itu, partai politk dalam memilih calon kepala daerah secara mendadak. Akibatnya, calon kesulitan menyiapkan dana. Makanya, Gamawan meminta seluruh partai politk menyeleksi calon yang maju dalam pilkada jauh hari sebelum masa pemilihan. "Partai bisa memberikan pencerahan kepada kader, bisa merekrut tokoh birokrat, populer dan memiliki track record yang bagus," katanya.

Tahun ini Indonesia bakal ramai dengan Pilkada. Pasalnya, untuk tahun ini bakal diselenggarakan 244 pilkada di tujuh provinsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Working with GenAI : Promising Use Cases HOW TO CHOOSE THE RIGHT INVESTMENT BANKER : A Sell-Side Perspective

[X]
×