kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pemenang pemilu AS tidak berdampak signifikan pada Indonesia karena alasan ini


Rabu, 04 November 2020 / 20:28 WIB
ILUSTRASI. Pemenang pemilu AS tidak berdampak signifikan pada Indonesia karena alasan ini.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal menanggapi dampak pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) bagi ekonomi Indonesia.

Pertarungan antara calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dengan calon presiden dari Partai Republik Donald Trump dinilai tak akan banyak berpengaruh bagi Indonesia. Hal itu disebut Fithra lantaran posisi Indonesia yang telah memiliki daya tarik.

"Siapa pun yang menang pasti Indonesia akan tetap penting (bagi AS)," ujar Fithra saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (4/11).

Kedua partai tersebut dinilai memiliki strategi masing-masing dalam kerja sama luar negeri. Partai Demokrat cenderung membangun kerja sama kewilayahan sementara Partai Republik lebih banyak bekerja sama secara bilateral.

Fithra mengungkapkan bila Biden memimpin AS akan ada perbaikan hubungan antara AS dengan China. Sebagai informasi, sebelumnya saat kepemimpinan Trump terdapat gesekan kedua negara besar tersebut.

Baca Juga: Joe Biden kembali jadi favorit pemenang pemilu AS di situs taruhan online

Meski begitu, sikap industri migrasi dari China tidak akan surut. Relokasi perusahaan yang sebelumnya berada di China menuju Asia Tenggara akan tetap terjadi.

"Satu sisi ketegangan akan mereda, di sisi lain sikap moving way from China tetap ada," terang Fithra.

Namun, Fithra mengungkapkan Indonesia telah lebih dalam melalukan kerja sama dengan Trump sebagai Presiden AS saat ini. Bila nanti Biden menang, proaes negosiasi tersebut akan dilakukan kembali dari awal.

Asal tahu saja pada masa kepemimpinan Trump, Indonesia telah berhasil mendapat perpanjangan fasilitas Generalized System of Preference (GSP). Indonesia pun akan membuka kerja sama Limited Trade Deal (LTD) dengan AS untuk mengerek perdagangan dua kali lipat.

Selanjutnya: Rilis pertumbuhan ekonomi dan hasil pilpres AS mewarnai IHSG dalam jangka pendek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×