kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pembinaan jasa konstruksi daerah belum maksimal


Jumat, 19 September 2014 / 11:14 WIB
ILUSTRASI. BMKG Mencatat Gempa Magnitudo 6,4 di Padang Sidempuan, Aek Godang, Pinangsori, Gunungsitoli, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Aceh Singkil, Telo, Pulau Banyak, Tapanuli Tengah, Subulussalam, Dairi, Aceh Selatan, Banda Aceh, Pasaman Barat, Pas


Reporter: Fahriyadi | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Sejak tahun 2013 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melaksanakan program pembinaan jasa konstruksi daerah (Binjakonda). Melalui program ini diharapkan jasa konstruksi provinsi dan daerah dapat memiliki kualitas dan daya saing menjelang berlangsungnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Namun, Kepala Badan Pembinaan Konstruksi (BP Konstruksi), Hediyanto W. Husaini bilang dari penilaian selama setahun ini progres pembinaan dan pengawasan kepada daerah belum menunjukkan hasil yang maksimal.

"Perlu ada perkuatan konsolidasi antara BP Konstruksi dengan Tim Pembina Jasa Konstruksi Daerah (TPJKD) provinsi dan kabupaten kota agar penyelenggaraan jasa konstruksi nasional dan daerah sesuai ketentuan," kata Hediyanto, Jumat (19/9).

Salah satu tidak efektifnya TPJKD adalah tidak adanya nilai tanggung jawab, minimnya pendanaan, dan implementasi pelaksanaan.

Dia menambahkan saat ini BP Konstruksi sudah mempersiapkan tiga aspek pembinaan jasa konstruksi yakni pengaturan, pemberdayaan, dan pengawasan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×