kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.140   53,00   0,29%
  • IDX 5.951   26,56   0,45%
  • KOMPAS100 773   1,68   0,22%
  • LQ45 590   0,81   0,14%
  • ISSI 205   1,74   0,85%
  • IDX30 334   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 413   -0,18   -0,04%
  • IDX80 88   0,24   0,28%
  • IDXV30 112   0,09   0,08%
  • IDXQ30 107   -0,12   -0,11%

Pekan Kedua Desember 2022, BI: Inflasi Capai 0,37% MoM


Sabtu, 10 Desember 2022 / 18:41 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) memperkirakan terjadi kenaikan inflasi pada pekan kedua Desember 2022, bila dibandingkan dengan November 2022. KONTAN/Baihaki/15/11/2022


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan terjadi kenaikan inflasi pada pekan kedua Desember 2022, bila dibandingkan dengan November 2022. 

Sebagai gambaran, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2022 tercatat 0,09% MoM. Nah, berdasarkan survei pemantauan harga BI pada minggu kedua Desember 2022, inflasi IHK pada periode laporan diperkirakan mencapai 0,37% MoM. 

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan, komoditas utama penyumbang inflasi antara lain telur ayam ras, serta beras, tomat, dan emas perhiasan. 

“Inflasi telur ayam ras sebesar 0,07% MoM serta beras, tomat, dan emas perhiasan masing-masing naik 0,03% MoM,” tulis Erwin dalam laporannya Jumat (9/12). 

Baca Juga: Ada Idul Fitri, Penjualan Eceran dan Tekanan Inflasi pada April 2023 Meningkat

Selain itu, ada lagi komoditas yang menyumbang inflasi, yaitu daging ayam ras, minyak goreng, dan rokok kretek filter yang masing-masing naik 0,02% MoM. Ada juga cabai rawit, kangkung, bensin, dan tarif air minum PAM yang masing-masing mencatat inflasi 0,01% MoM. 

Namun, ada juga beberapa komoditas yang mengalami deflasi sehingga menghambat laju inflasi. Antara lain cabai merah dan bawang merah dengan dengan deflasi masing-masing 0,01% MoM. 

Ke depan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan eksternal yang meningkat. Selain itu, BI akan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×