kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.525   25,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ongkos perbaikan listrik bandara minimal Rp 5 miliar


Kamis, 23 September 2010 / 15:10 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Ongkos perbaikan instalasi listrik di Bandara Soekarno Hatta minimal Rp 5 miliar. Biaya ini untuk mengganti kubikel yang sudah tak layak pakai.

Perhitungan biaya ini merupakan hasil dari evaluasi PT Perusahaan Listrik Negara. Dalam evaluasinya, PLN menemukan banyak kubikel yang rusak. Harga satu kubikel berkisar Rp 50 juta. "Jumlahnya ada ratusan," kata Direktur Utama PLN Dahlan Iskan di sela rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Kamis (23/9).

Biaya itu masih bisa membengkak lagi. Sebab, pemasangan kubikel tersebut sangat rumit. Dahlan menjelaskan kubikel bisa dipasang bila tidak ada aliran listrik sama sekali. Artinya, listrik di bandara harus dipadamkan dalam waktu yang cukup lama.

Nah, agar tidak mengganggu operasional bandara, PLN menyarankan Angkasa Pura II membuat instalasi listrik baru dengan menggunakan kabel, kubikel, dan komponen listrik lain yang baru. "Setelah instalasi baru itu jadi, kemudian dites, bila berhasil, instalasi yang lama dicopot," terang Dahlan.

Asal tahu saja, kubikel merupakan alat listrik seperti sakelar tapi dalam bentuk besar. Alat ini berfungsi antara lain untuk memindahkan dan mengatur peredaran arus listrik. Selain itu, kubikel juga untuk meminimalisir dampak ketika terjadi gangguan listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×