kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ongkos perbaikan listrik bandara minimal Rp 5 miliar


Kamis, 23 September 2010 / 15:10 WIB
Ongkos perbaikan listrik bandara minimal Rp 5 miliar


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Ongkos perbaikan instalasi listrik di Bandara Soekarno Hatta minimal Rp 5 miliar. Biaya ini untuk mengganti kubikel yang sudah tak layak pakai.

Perhitungan biaya ini merupakan hasil dari evaluasi PT Perusahaan Listrik Negara. Dalam evaluasinya, PLN menemukan banyak kubikel yang rusak. Harga satu kubikel berkisar Rp 50 juta. "Jumlahnya ada ratusan," kata Direktur Utama PLN Dahlan Iskan di sela rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Kamis (23/9).

Biaya itu masih bisa membengkak lagi. Sebab, pemasangan kubikel tersebut sangat rumit. Dahlan menjelaskan kubikel bisa dipasang bila tidak ada aliran listrik sama sekali. Artinya, listrik di bandara harus dipadamkan dalam waktu yang cukup lama.

Nah, agar tidak mengganggu operasional bandara, PLN menyarankan Angkasa Pura II membuat instalasi listrik baru dengan menggunakan kabel, kubikel, dan komponen listrik lain yang baru. "Setelah instalasi baru itu jadi, kemudian dites, bila berhasil, instalasi yang lama dicopot," terang Dahlan.

Asal tahu saja, kubikel merupakan alat listrik seperti sakelar tapi dalam bentuk besar. Alat ini berfungsi antara lain untuk memindahkan dan mengatur peredaran arus listrik. Selain itu, kubikel juga untuk meminimalisir dampak ketika terjadi gangguan listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×