kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Niat mundur, Risma bantah karena tekanan politik


Senin, 17 Februari 2014 / 19:40 WIB
ILUSTRASI. Wall Street ditutup menguat tajam pada Rabu (28/9)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SURABAYA. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini membenarkan kabar bahwa dirinya akan mengundurkan diri dari jabatan orang nomor satu di Surabaya. Namun dia menolak menjelaskan secara rinci apa alasannya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga membantah jika ada tekanan politik sehingga dia memilih mundur dari jabatannya.

"Kalau isu saya akan mundur itu memang iya," katanya seusai menerima sejumlah kalangan yang mendukungnya untuk tidak mundur di kantor Wali Kota Surabaya, Senin (17/2/2014).

Risma memang belum mengutarakan secara jelas apa alasan dia berencana mundur. Namun dalam beberapa kesempatan, termasuk saat menerima tamu siang tadi, Risma selalu bercerita tentang sejumlah permasalahan perkotaan seperti PSK di lokalisasi dan kenakalan remaja. Kisah itu disampaikan Risma sambil meneteskan air mata.

"Kalau bukan kita-kita, siapa lagi yang mengurus mereka," ungkap Risma.

Cerita seperti itu juga disampaikan Risma pada tayangan langsung wawancara khusus di sebuah stasiun televisi, pekan lalu. Bahkan setelah itu, Risma sempat menjadi trending topic di jejaring sosial Twitter.

Senin siang tadi, Risma didatangi sejumlah kalangan seperti akademisi, mahasiswa, dan pengusaha. Mereka memberikan dukungan moral kepada Risma agar tetap memimpin Surabaya dengan gayanya, tanpa tekanan dari sejumlah pihak termasuk partai politik. (Kontributor Surabaya, Achmad Faizal)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×