kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Neraca perdagangan November defisit US$ 478,4 juta


Rabu, 02 Januari 2013 / 17:42 WIB
ILUSTRASI. Flash Sale Semua Transaksi Produk di Tokopedia, Cashback Hingga 50%


Reporter: Herlina KD | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Seperti bulan-bulan sebelumnya, neraca perdagangan Indonesia pada November 2012 masih mencatatkan defisit. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca perdagangan November 2012 sebesar US$ 478,4 juta.

Kepala BPS Suryamin menjelaskan pada November 2012 nilai ekspor tercatat sebesar US$ 16,44 miliar dan impor sebesar US$ 16,92 miliar. Alhasil, "Neraca perdagangan November 2012 defisit US$ 478,4 juta," jelasnya Rabu (2/1).

Jika dirinci lebih lanjut, lanjut Suryamin, defisit neraca perdagangan pada November ini terjadi akibat defisit di neraca perdagangan migas yang mencapai US$ 1,35 miliar. Defisit ini terutama dikontribusi oleh tingginya defisit neraca perdagangan hasil minyak yang minus hingga US$ 2,39 miliar.

Ditambah lagi, ada defisit neraca perdagangan minyak mentah sebesar US$ 105,9 juta. Besarnya defisit ini tak mampu ditutup oleh surplus neraca perdagangan gas yang hanya US$ 1,14 miliar dan surplus neraca perdagangan non migas yang sebesar US$ 879,8 juta.

Jika dilihat per negara, pada November 2012 Indonesia mencatatkan defisit dengan beberapa negara seperti China sebesar US$ 414,5 juta, Jepang sebesar US$ 268,8 juta dan Thailand sebesar US$ 445,1 juta. Suryamin bilang, defisit dengan Thailand terjadi karena tingginya impor kendaraan bermotor dan komponen otomotif lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×