kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Neraca defisit, inflasi tahun ini diperkirakan 5%


Selasa, 26 Februari 2013 / 20:05 WIB
Neraca defisit, inflasi tahun ini diperkirakan 5%
ILUSTRASI. IHSG masuk tren bullish, saham-saham ini terus diborong asing jelang akhir tahun


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Angka inflasi tahun ini diproyeksikan meleset dari target pemerintah yang dipatok 4,5%. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah menyebutkan, angka inflasi berpotensi ada di level 5% lantaran neraca keuangan Indonesia masih akan defisit tahun 2013 dan tahun 2014.

"Bulan Maret dan April biasanya akan terjadi perlambatan (ekspor)," ujar Halim, dalam sebuah paparan saat Seminar International Financial Inclusion 2013. Dalam penjelasannya, Halim bilang, angka impor Indonesia diproyeksikan masih lebih kuat dibandingkan angka ekspor.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya BI memperkirakan transaksi berjalan pada triwulan I-2013 akan mengalami perbaikan. Hal itu disebabkan oleh membaiknya kinerja ekspor, sejalan dengan pemulihan ekonomi negara-negara mitra dagang utama seperti China dan Amerika Serikat (AS).

Sementara itu untuk cadangan devisa sampai akhir Januari 2013 mencapai US$ 108,78 miliar atau setara dengan 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, di atas standar kecukupan internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×