kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Neraca beras diumumkan Juli 2012


Rabu, 23 November 2011 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Pejalan kaki menggunakan payung di tengah guyuran hujan yang melanda Jakarta. Cuaca besok di Jabodetabek cerah berawan hingga hujan petir, menurut ramalan BMKG.


Reporter: Bernadette Christina Munthe | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Revisi angka konsumsi dan produksi beras diperkirakan baru akan selesai pada semester II 2012. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Achmad Suryana, mengatakan, BKP telah bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian dan memiliki angka sementara untuk konsumsi beras.

"Kalau sekarang muncul angka 113,42 kg per kapita per tahun atau 113,48 kg per kapita per tahun, itu masih harus diverifikasi untuk menjadi data resmi," kata Achmad ketika ditemui usai rapat koordinasi Tim Penyelarasan Neraca Padi di Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu(23/11).

Untuk merevisi angka produksi padi, tim akan menggunakan data audit lahan untuk lahan di Jawa dan pencitraan satelit untuk data luas produksi di luar Jawa.

Sementara untuk angka produktivitas, pemerintah akan menyempurnakan kerangka pengambilan sampel. "Jumlah sampel yang diubin juga diperbanyak sehingga kekuatan estimasinya lebih baik," kata Achmad.

Selain menghitung produksi padi, tim juga akan mengkaji konversi gabah hingga menjadi beras. Kajian ini akan menghitung berapa besar penyusutan pada saat proses pengolahan dan penanganan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×