kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.723   -21,00   -0,12%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Neraca beras diumumkan Juli 2012


Rabu, 23 November 2011 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Pejalan kaki menggunakan payung di tengah guyuran hujan yang melanda Jakarta. Cuaca besok di Jabodetabek cerah berawan hingga hujan petir, menurut ramalan BMKG.


Reporter: Bernadette Christina Munthe | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Revisi angka konsumsi dan produksi beras diperkirakan baru akan selesai pada semester II 2012. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Achmad Suryana, mengatakan, BKP telah bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian dan memiliki angka sementara untuk konsumsi beras.

"Kalau sekarang muncul angka 113,42 kg per kapita per tahun atau 113,48 kg per kapita per tahun, itu masih harus diverifikasi untuk menjadi data resmi," kata Achmad ketika ditemui usai rapat koordinasi Tim Penyelarasan Neraca Padi di Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu(23/11).

Untuk merevisi angka produksi padi, tim akan menggunakan data audit lahan untuk lahan di Jawa dan pencitraan satelit untuk data luas produksi di luar Jawa.

Sementara untuk angka produktivitas, pemerintah akan menyempurnakan kerangka pengambilan sampel. "Jumlah sampel yang diubin juga diperbanyak sehingga kekuatan estimasinya lebih baik," kata Achmad.

Selain menghitung produksi padi, tim juga akan mengkaji konversi gabah hingga menjadi beras. Kajian ini akan menghitung berapa besar penyusutan pada saat proses pengolahan dan penanganan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×