kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.800   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.102   70,58   0,88%
  • KOMPAS100 1.143   11,20   0,99%
  • LQ45 827   6,00   0,73%
  • ISSI 287   3,49   1,23%
  • IDX30 431   4,02   0,94%
  • IDXHIDIV20 516   3,30   0,64%
  • IDX80 128   1,12   0,88%
  • IDXV30 140   0,97   0,70%
  • IDXQ30 140   0,90   0,65%

Mulai panen, larangan impor jagung akan berlanjut


Kamis, 01 Oktober 2015 / 20:01 WIB
Mulai panen, larangan impor jagung akan berlanjut


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Panen jagung mulai berlangsung.

Salah satu daerah yang panen jagung adalah di Tuban.

Kementerian Pertanian (Kemtan) mencatat panen jagung di Tuban telah mencapai 517 ha dan ditargetkan pada bulan Oktober 2015 ini lahan jagung yang akan panen mencapai 733 ha dengan tingkat produktivitas 9,2 ton per ha.

Produktivitas tersebut tergolong tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata produktivitas jagung hibrada sebesar 7 ton hingga 8 ton per ha.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan saat ini harga jagung di tingkat petani yang dijual ke pabrik cukup menggembirakan.

Menurutnya harga Rp 3.200 per kilogram (kg) adalah harga yang bagus bagi petani jagung.

Ia mengatakan bila produktivitas jagung nasional terus meningkat, maka ia akan mengendalikan impor jagung agar harga jagung lokal tidak jatuh akibat masuknya jagung impor.

"Kami pun memintan Bulog untuk menyerap jagung petani dengan harga yang menguntungkan. Seperti saat ini, harga jagung petani cukup tinggi, Rp 3.200 per kg," ujar Amran, Kamis (1/10).

Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Tuban Setia Budi menambahkan, terjadi peningkatan produksi jagung hibrida yang cukup drastis untuk saat ini.

Sebelumnya produksi jagung hibrida hanya mencapai 7 sampai 8 ton per ha, sedangkan sekarang mencapai 9,2 ton per ha.

Kendati begitu, ia mengaku khawatir dengan masuknya jagung impor karena bisa memukul harga jagung glokal.

Ia meminta Kemtan untuk mengendalikan impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×