kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Mulai Maret Program MBG Bakal Serap Anggaran hingga Rp 2 Triliun per Bulan


Selasa, 04 Maret 2025 / 04:16 WIB
Mulai Maret Program MBG Bakal Serap Anggaran hingga Rp 2 Triliun per Bulan
ILUSTRASI. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/foc. Zulkifli Hasan mengatakan program makan bergizi gratis bakal menyerap anggaran hingga Rp 2 triliun per bulan. Hal ini berlaku per Maret 2025.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa program makan bergizi gratis bakal menyerap anggaran hingga Rp 2 triliun per bulan. Hal ini berlaku per Maret 2025.

Hal tersebut diungkapnya usah melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (3/3).

“Diperkirakan Maret akan dilaksanakan mungkin per bulan bisa menyerap anggaran sampai Rp 1 triliun – Rp 2 triliun per bulan,” ujar Zulhas.

Zulhas menerangkan mengapa serapan anggaran untuk program MBG dinilai kecil, sebab urusan anggaran baru selesai diteken. Untuk itu, saat ini pemerintah bakal menggeber kesiapan rantai pasok untuk kebutuhan MBG.

Baca Juga: Kepala BGN Sebut Makanan yang Dibawa Pulang Buat Buka Puasa Tahan Lama

“Karena butuhnya besar sekali, di Jawa akan berbeda dengan Sumatera, Sumatera tentu berbeda dengan Indonesia Timur makanannya, oleh karena itu kita perlu persiapan dan ketersediaan bahan-bahannya,” terangnya.

Zulhas mengungkapkan, alasan mengapa anggaran yang dibutuhkan begitu besar, sebab jumlah penerima manfaat MBG akan terus bertambah, di mana hingga akhir tahun 2025 ditaksir mencapai 82,9 juta orang.

“Maret ini akan berkali-kali lebih besar (jumlah penerima manfaat), bahkan nanti tentu sampai akhir tahun akan (mencapai) 82,9 juta penerima manfaat,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×