kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.992   7,00   0,04%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Meski Tren Menguat, Rupiah Masih Jauh dari Asumsi APBN 2024


Minggu, 19 Mei 2024 / 16:54 WIB
Meski Tren Menguat, Rupiah Masih Jauh dari Asumsi APBN 2024
ILUSTRASI. Beban berat masih membayangi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun ini./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/05/10/2022.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Beban berat masih membayangi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun ini. Sebab, meski nilai tukar rupiah sudah dalam tren menguat, posisinya masih jauh dari yang diasumsikan pemerintah.

Berdasarkan data JISDOR BI, kurs rupiah setara Rp 15.978 per dolar AS pada 17 Mei 2024. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor menguat 0,64% dari Rp 16.081 per dolar AS di perdagangan terakhir pekan lalu, Rabu (8/5).

Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Syariah Indonesia (BSI) Kahfi Riza bahkan memperkirakan, nilai tukar rupiah akan berada dalam rentang Rp 15.800 hingga Rp 16.130 per dolar AS pada akhir tahun ini, atau melemah hingga sekitar Rp 1.100 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah 0,20% pada Jumat (17/5), Simak Proyeksinya untuk Senin (20/5)

Proyeksi tersebut, masih jauh dari yang diasumsikan dalam APBN 2024 yakni sebesar Rp 15.000 per dolar AS.

“Sehingga, menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mengoptimalkan pengelolaan anggaran, terutama menjaga agar defisit tidak melebar terlalu jauh,” tutur Kahfi kepada Kontan, Minggu (19/5).

Jika mengacu pada analisis sensitivitas APBN 2024 terhadap perubahan asumsi dasar ekonomi makro, setiap rupiah melemah Rp 100 per dolar AS, akan menambah pendapatan negara Rp 4 miliar.

Dengan asumsi yang sama belanja negara juga akan bertambah lebih dari dua kali lipat yakni Rp 10,2 triliun. Alhasil, ada tambahan defisit anggaran Rp 6,2 triliun dari pelemahan nilai tukar tersebut.

Baca Juga: Akhir Pekan Melemah, Begini Prediksi Rupiah untuk Sepekan ke Depan

Sehingga skenarionya apabila nilai tukar rupiah melemah Rp 16.130 per dolar AS (jauh dari asumsi APBN 2024 Rp 15.000), maka pendapatan negara bertambah sekitar Rp 44 triliun, dan belanja negara bertambah Rp 112,2 triliun. Alhasil akan ada tambahan defisit sekitar Rp 68,2 triliun.

Meski begitu, Kahfi mengungkapkan, posisi nilai tukar rupiah yang menguat 1,3% dalam sepekan terakhir menjadi sentimen positif bagi pasar domestik.

“Pasar melihat bahwa fundamental ekonomi domestik yang solid di tengah tantangan global menjadi modal penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Di samping itu, Ia menyebut, bauran kebijakan yang dikeluarkan pemerintah juga cukup efektif, tercermin dari inflasi yang terkendali serta keyakinan konsumen yang masih terjaga di level optimis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×