kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Menteri Sri lobi S&P beri RI investment grade


Rabu, 12 Oktober 2016 / 17:32 WIB
Menteri Sri lobi S&P beri RI investment grade


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah kembali melakukan pendekatan dengan lembaga rating internasional Standard & Poor's (S&P). Sebelumnya, Indonesia gagal mendapatkan rating investment grade dari S&P tahun ini.

Dalam sela-sela acara pertemuan tahunan Bank Dunia dan International Monetery Found (IMF), Menteri Keuangan Sri Mulyani bertemu dengan perwakilan S&P. Saat ini penilaian S&P terhadap Indoneseia masih berada di peringkat BB+, atau masih bersifat spekulatif.

Menurut Sri Mulyani, pertemuan itu dinilai penting, supaya S&P mengetahui perkembangan terkini dari kebijakan pemerintah. "Terutama dengan kebijakan fiskal terkini di tahun 2016 dan tahun 2017," kata Sri Mulyani, Rabu (12/10) di Jakarta.

Selain itu, dijelaskan juga mengenai perkembangan pelaksanaan kebijakan pengampunan pajak, atau tax amnesty. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan S&P tahun ini tidak meningkatkan level rating surat utang Indonesia karena masih adanya risiko fiskal.

Menurut Sri Mulyani, S&P masih bisa meningkatkan rating surat utang Indonesia dengan beberapa catatan. Misalnya, adanya perbaikan kebijakan yang lebih efektif dan predictable.

Caranya, dengan perbaikan struktur anggaran yang lebih sehat dan membantu ketahanan perekonomian Indonesia terhadap eksternalitas global.

Selain dengan S&P, Sri Mulyani juga bertemu dengan lembaga rating lainnya seperti Moody's dan Fitch. Kedua lembaga itu memang sudah menempatkan Indonesia sebagai investment grade.

Namun, Sri Mulyani menilai kedua lembaga itu juga harus mendapatkan informasi terkini terkait kondisi di Indonesia. Yang diharapkan, juga meningkatkan outlooknya terhadap rating surat utang Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×