Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meminta Bulog dan Id Food untuk menyerap telur para peternak langsung yang saat ini mengalami penurunan harga.
Amran menyebut bahwa BUMN Pangan ini telah menyanggupi arahannya dan mengklaim telah disiapkan anggaran sebesar Rp 30 miliar.
"Untuk kondisi darurat, kami minta Id Food dengan Bulog menyerap, nilainya Rp 30 miliar. Bulog dengan Id Food sanggup. Jadi kami minta bergerak mulai sekarang. Ini darurat," kata Amran dalam konferensi pers di Kantornya, Selasa (27/10/2026).
Selain itu, Amran juga meminta kepada para mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk turut membeli telur dari peternak langsung.
Baca Juga: Harga Telur Anjlok, Pemerintah Siap Serap Telur untuk Program Bantuan Pangan
Amran mengklaim pihaknya telah bersurat kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono untuk menindaklanjuti arahan tersebut.
Sementara dalam jangka panjang, Kementerian Pertanian tengah menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan telur untuk produksi tepung.
Amran menyebut hilirisasi telur ini akan ditugaskan langsung kepada Id Food. Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka memberikan kepastian pasar bagi peternak.
Di sisi hulu, lanjut Amran, Kementerian Pertanian juga menyiapkan kebutuhan pakan yang mencapai 1,8 juta ton jagung untuk peternak.
"Untuk 1,8 juta ton, kita tanamkan jagung yang lebih, yaitu 300 ribu hektar. Dikali 7 ton, itu sama dengan 2,1 juta ton produksinya," jelas Amran.
Amran juga menugaskan Id Food untuk melakukan importasi kebutuhan pakan lain, soybean meal untuk menjaga harga di tingkat peternak.
"Jadi, pakan yang diimport, itu kita jamin. Kemudian, jagung, yang dominan dalam pakan, itu juga dijamin oleh pemerintah," jelasnya.
Baca Juga: Harga Telur Terus Turun, Kementan Minta BUMN dan Koperasi Serap Hasil Peternak
Sebelumnya, Peternak telur Jawa Barat mengaku mengalami kerugian drastis karena peningkatan biaya produksi tidak disertai dengan kenaikan harga jual telur.
Sekretaris Koperasi Produsen Peternak Sumedang Rakyat, Ikhwan bahkan menyebut 50% anggotanya yang terdiri dari peternak telur di seluruh Jawa Barat terpaksa menutup kandang karena terus mengalami kerugian selama 7 bulan ini.
"Hari ini peternak kita tinggal di ujung tanduk, ya mereka banyak yang tutup kandang bahkan dijual kandangnya," kata Ikhwan pada Kontan di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (26/10/2026).
Ikhwan mengatakan saat ini biaya produksi telur di tingkat peternak mencapai Rp 24.500/kg. Kenaikan ini dipicu karena melonjaknya harga pakan.
Ikhwan bilang saat ini harga jagung pakan mencapai Rp 8.000/kg. Di sisi lain, dia menyebut program SPHP jagung untuk peternak masih belum terdistribusi secara merata kepada peternak. "Jadi harga produksi ini membengkak, karena pakannya," tegas Ikhwan.
Baca Juga: Harga Telur ditingkat Pernak Anjlok, Amran Minta BGN Serap Telur Untuk MBG
Lebih dari itu, Ikhwan menegaskan kenaikan produksi ini tidak diimbangi dengan kenaikan harga telur di tingkat peternak.
Dia mengatakan saat ini harga telur di produsen hanya mencapai Rp 20.000/kg. Artinya ada selisih 4.000/kg kerugian yang harus ditanggung peternak.
"Padahal kalau HAP pemerintah itu harusnya Rp 26.500 di tingkat peternak. Tapi hari ini kita di Jawa Barat hanya kebeli 20.000/kg, sementara biaya produksi itu Rp 24.000/kg," jelas Ihkwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














