Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dukungan Indonesia terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan upaya reformasi sistem multilateral menjadi bagian dari agenda kunjungan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres ke Indonesia. Hasil kunjungan tersebut telah dilaporkan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir kepada Presiden Prabowo Subianto.
Laporan itu disampaikan Arrmanatha kepada Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
“Tadi hanya sekadar melapor apa yang kemarin kan ada kunjungan Sekjen PBB, ada kegiatan di Kemlu (Kementerian Luar Negeri). Itu saja, tidak ada hal-hal yang hanya rutin lah tadi melapor perkembangan apa,” ujar Arrmanatha kepada awak media.
Arrmanatha menjelaskan, kunjungan Sekjen PBB ke Indonesia merupakan bentuk apresiasi atas dukungan Presiden Prabowo dan pemerintah Indonesia terhadap pelaksanaan tugas Guterres di tengah dinamika global.
Baca Juga: Kualitas Investasi Dua Tahun Prabowo-Gibran: Penyerapan Tenaga Kerja Belum Optimal
“Beliau hadir ke sini untuk menunjukkan apresiasi kepada Bapak Presiden, kepada Indonesia yang selama ini mendukung beliau, mendukung Sekjen PBB sebagai Sekjen dalam situasi yang sulit di tingkat global dan juga mendorong reformasi sistem multilateral,” ungkap Arrmanatha.
Selain itu, Arrmanatha menyampaikan bahwa Guterres mengapresiasi kesempatan bertemu dengan Prabowo di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Jadi itu yang dilaporkan. Dan beliau, Pak Sekjen, sangat mengapresiasi bagaimana Bapak Presiden menyempatkan untuk mengundang beliau di Hambalang,” tutur Arrmanatha.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Sekjen PBB António Guterres di kediaman pribadinya di Hambalang pada Minggu (18/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Guterres menggelar pembicaraan bilateral bersama delegasi masing-masing. Pertemuan itu membahas sejumlah isu strategis, termasuk upaya memperkuat komunikasi dan kerja sama multilateral dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














