kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Menkeu : Waspadai Harga Minyak Dunia


Rabu, 06 Januari 2010 / 19:14 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pemerintah menilai, lonjakan harga minyak dunia yang mulai merambat naik hingga diatas US$ 80 per barel perlu diwaspadai untuk mengamankan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2010.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, harga minyak dunia saat ini memang jauh lebih tinggi dari asumsi harga minyak dalam APBN yang hanya US$ 65 per barel. "Kita akan melihat dampaknya dari sisi penerimaan negara dan juga subsidi," ucap Sri Mulyani di istana negara, Rabu (6/1).

Sri Mulyani melanjutkan, walaupun konsumsi subsidi bahan bakar minyak (BBM) masih dapat di kontrol tetapi lantaran pemerintah memandang pertumbuhan ekonomi diharapkan lebih tinggi berarti konsumsi BBM terutama untuk premium dan diesel atau solar kemungkinan akan meningkat.

Itulah sebabnya ia mengaku, pemerintah akan melihat secara seksama antara sisi penerimaan dan belanja untuk subsidi.

Sejauh ini, Sri Mulyani mengatakan, pemerintah melihat lonjakan harga BBM memang belum memberikan banyak pengaruh terhadap APBN. "Dampaknya belum terlalu signifikan karena antara penerimaan dan belanja subsidi relatif agak lebih berimbang. Tetapi jangka panjang mungkin kita akan
waspadai kalau jumlah subsidinya meningkat sangat pesat," sambungnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×