kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Menkeu: Tak ada jaminan pemerintah di kereta cepat


Jumat, 29 Januari 2016 / 16:33 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Menteri Keuangan (menkeu) Bambang Brodjonegoro mengaku belum mendengar adanya permintaan penjaminan atas proyek kereta api cepat tang diajukan pada pemerintah. Menurut Bambang, proyek tersebut sejauh ini, tetap akan berlanjut tanpa adanya jaminan dari pemerintah.

Kalaupun benar ada permintaan, hal tersebut akan bertentangan dengan perjanjian yang sudah dibuat antara Indonesia-China.

"Dulu kesepakatannya tidak ada anggaran dari APBN maupun jaminan pemerintah," kata Bambang, Jumat (29/1) di Jakarta.

Sebelumnya dikabarkan, pihak konsorsium asal China meminta pemerintah memberikan jaminan atas proyek kontroversial tersebut. Hal itu tertuang dalam negosiasi perjanjian konsesi, yang hingga kini belum ada titik temu.

Menurut Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, perjanjian konsesi menjadi salah satu hal yang mengganjal proyek ini. Hal lainnya yang belum selesai adalah izin pembangunan, karena sejumlah persyaratan dan administrasi yang belum lengkap.

Selama kedua hal tadi belum selesai, proyek kereta api cepat tidak akan bisa berjalan. Meskipun, Presiden Joko Widodo sudah melakukan peletakan batu pertama 21 Januari lalu.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×