kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Menkeu: Awas, bubble impor


Rabu, 25 Agustus 2010 / 14:01 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA.Tren kenaikan impor membuat pemerintah wasapada. Bila berlanjut, pemerintah khawatir akan terjadi gejolak ekonomi.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan nilai impor barang cenderung meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pada Januari lalu, nilai impor hanya US$ 9,5 juta, namun Juli 2010 naik menjadi US$ 11,7 juta. Sedang nilai ekspor cenderung stagnan, di kisaran US$ 12 juta. "Penguatan rupiah mengakibatkan terjadinya kenaikan impor," kata Agus, usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (25/8).

Akibatnya, masyarakat menganggap barang impor lebih murah. "Bila ini terjadi pada barang konsumtif, bisa terjadi buble. Ini harus kita waspadai," kata Agus.

Sayangnya, Agus belum menyiapkan strategi khusus menghadapi hal itu. "Intinya kita akan menjaga agar impor tersebut pada barang modal bukan barang konsumsi," ujar Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×