kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Menkes sebut positivity rate Covid-19 di Indonesia saat ini sangat tinggi


Rabu, 17 Februari 2021 / 16:14 WIB
ILUSTRASI. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui positivity rate Covid-19 di Indonesia saat ini sangat tinggi. Dia pun menyebut kondisi ini abnormal dan diduga disebabkan sejumlah faktor. 

"Kapan ini (pandemi) akan selesai? Buat saya masih terlalu dini untuk saya berikan kesimpulan. Kenapa? Karena data positivity rate kita abnormal, tinggi sekali," ujar Budi dalam konferensi pers virtual yang disiarka YouTube Kementerian Kesehatan, Rabu (17/2/2021). 

Adapun positivity rate didapatkan dari jumlah kasus harian dibagi dengan jumlah pemeriksaan harian dan dikali 100. Positivity rate di Indonesia tergolong tinggi sebab berada di kisaran 20 persen. Sementara itu, menurut standar badan kesehatan dunia (WHO) idealnya positivity rate berada di bawah lima persen.

Merujuk kepada perkembangan data positivity rate, Budi menyebut ada tiga hipotesis yang harus segera dipastikan. Pertama, soal hasil pemeriksaan Covid-19 dengan hasil negatif yang tidak seluruhnya dimasukkan ke dalam laporan. Hal ini secara matematis menyebabkan hasil positivity rate tinggi. 

Baca Juga: Warga Jakarta yang menolak vaksin Covid-19 tak dapat bansos dan didenda

"Kami ingin memastikan semua laporan yang hasilnya negatif apakah sudah dimasukkan oleh semua laboratorium. Jika sudah semua masuk maka akan terlihat positivity rate sebenarnya berapa," tutur Budi. 

Kedua, soal disiplin dari pihak rumah sakit yang belum seluruhnya memasukkan laporan hasil pemeriksaan secara lengkap. Budi menyebut hopotesis kedua ini masih harus dikonfirmasi kembali penyebabnya kepada RS.  "Hipotesa ketiga adalah mungkin sekali pemeriksaan (testing) kita kurang banyak sehingga positivity rate tinggi. Karenanya kita akan perbanyak rapid test antigen," tutur Budi. 

"Dengan masuknya data-data dari hasil konfirmasi terhadap tiga hipotesis itu nanti akan terlihat sebenarnya seperti apa positivity rate-nya dan kita akan mengambil kesimpulan," tambah Budi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menkes: Positivity Rate Covid-19 Kita Abnormal, Tinggi Sekali..."

Selanjutnya: WHO: Jumlah kasus mingguan virus corona turun hampir setengah, hanya dalam 5 minggu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×