kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Mengapa konser Slank selalu dilarang?


Rabu, 13 Februari 2013 / 18:11 WIB
ILUSTRASI. Selasa (5/10), IHSG turun 0,86% ke level 6.288,05.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Timur Pradopo angkat bicara mengenai pelarangan yang dilakukan terhadap grup band Slank untuk melakukan konser. Menurutnya, larangan itu diberikan lantaran konser band yang digawangi oleh Kaka itu kerap berakhir ricuh.

"Begitu ada masalah gara-gara pertunjukan itu, kan kita juga harus lakukan pencegahan. Jangan sampai terulang lagi," kata Timur saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/2).

Dia menambahkan, pada dasarnya, aparat kepolisian tidak pernah melarang diadakannya konser asalkan pertunjukan tersebut berlangsung tertib dan masyarakat terhibur. Namun lantaran kerap berujung ricuh, maka diambil keputusan untuk melarang.

"Secara prinsip tidak ada yang dilarang oleh Polisi, tapi juga harus bisa dipertanggung jawabkan tidak terjadi hal-hal yang melanggar hukum," imbuhnya.

Meski demikian, kata dia, Slank masih diberi kesempatan untuk mengadakan konser di beberapa daerah yang sempat dilarang asalkan bisa menjamin tidak terjadi kerusuhan.

Kasus ini bermula dari dikeluarkannya beberapa kali larangan konser oleh aparat kepolisian terhadap Slank. Mereka pun lantas mengajukan uji materi terhadap pasal 15 UU ayat 2a UU No 2/2002 tentang keramaian ke Mahkamah Konstitusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×