kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS953.000 0,85%
  • RD.SAHAM -0.46%
  • RD.CAMPURAN -0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Mendikbud menjelaskan alasan nilai Dana BOS 2021 antar daerah saling berbeda


Minggu, 14 Februari 2021 / 09:45 WIB
Mendikbud menjelaskan alasan nilai Dana BOS 2021 antar daerah saling berbeda

Penulis: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Sorong dan Kota Sorong pada Rabu (10/2/2021) lalu. 

Melansir laman Kemdikbud, Mendikbud pada kunjungan kerjanya memastikan pemanfaatan bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di SMP Negeri 14 Kabupaten Sorong. 

SMPN 14 Kabupaten Sorong merupakan salah satu dari 250 sekolah di Indonesia yang menerima bantuan TIK dari Kemendikbud. 

“Saya senang mendengar bahwa peralatan TIK yang disalurkan bermanfaat bagi para guru dan siswa. Saya senang diminta lebih banyak lagi. Itu artinya digunakan,” ujar Mendikbud Nadiem.

Selain memastikan siswa dan guru menggunakan bantuan TIK, Nadiem juga menyampaikan beberapa hal lain terkait pendidikan di Indonesia. 

Salah satunya adalah tentang besaran Dana Bantuan Operasional Sekolah atau Dana BOS tahun 2021. 

Baca Juga: KIP Kuliah 2021 bisa dipakai di PTN dan PTS, ini cara lihat daftar universitasnya

Besaran dana BOS 2021 berbeda

Mendikbud Nadiem, mengutip dari laman Kemdikbud, mengungkapkan bahwa nilai dana BOS tahun ini akan berbeda. 

Besaran Dana BOS Reguler antar daerah tidak lagi sama dan disesuaikan sejumlah faktor penentu sesuai dengan kondisi tiap daerah. 

“Penyesuaian besaran Dana BOS Reguler dilakukan demi mendukung percepatan pendidikan di sekolah-sekolah yang berada di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T),” terang Nadiem. 

Dana BOS nantinya akan dihitung berdasarkan jumlah siswa dikalikan satuan biaya yang ditetapkan Kemendikbud. Untuk sekolah di daerah 3T akan ada pengecualian dalam perhitungan ini. 

Mendikbud menjelaskan, jika siswa di sekolah di daerah 3T kurang dari 60 orang, jumlah siswa tetap dihitung 60 orang. 

"Dana BOS Reguler di daerah 3T akan lebih besar dari daerah lain. Paling tinggi, ada yang mendapat tiga kali dari yang didapatkan pada tahun 2020. Kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya pemerataan pendidikan," tambah Nadiem. 

Kebijakan penyesuaian besaran Dana BOS ini adalah lanjutan transformasi pembiayaan pendidikan dan menjadi prioritas kerja Kemendikbud tahun 2021.

Selanjutnya: Walau punya fungsi yang sama, berikut perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×