kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Menbudpar pun tak sabar ingin segera menyaksikan film Hollywood di bioskop


Rabu, 06 Juli 2011 / 18:03 WIB
Menbudpar pun tak sabar ingin segera menyaksikan film Hollywood di bioskop
ILUSTRASI. Shopee melihat adanya peningkatan jumlah pembayaran digital sejak awal pandemi; dengan lebih banyak orang menggunakan pilihan pembayaran seperti kartu kredit, transfer bank, dan ShopeePay untuk transaksi pembayaran mereka.


Reporter: Yudo Winarto | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik hingga kini masih terus mencari cara agar film impor dapat segera beredar lagi di bioskop Indonesia. Salah satunya dengan mempermudah izin tayangnya.

Namun, saat ini pemerintah masih menunggu sisa dua importir lagi yang masih bermasalah dengan pajak. Hal ini akan memakan waktu cukup lama. "Perusahaan film yang akan mengimpor ke sini harus mendapat persetujuan dari perusahaan asalnya. Kita tidak bisa memaksa perusahaan asing untuk beralih ke importir lain," ujarnya.

Polemik mengenai pajak perfilman ini sudah cukup menyita waktu. Jero khawatir, hal ini akan makin mengancam keberlangsungan bisnis bioskop lokal. "Jangan sampai bioskop gulung tikar dan menambah pengangguran," katanya.

Jero pun mengaku tidak sabar untuk bisa menonton film Hollywood di bioskop. "Sama dengan masyarakat, saya juga sudah tidak sabar lagi," akunya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×