kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Mei 2017, daya beli buruh tergerus inflasi


Kamis, 15 Juni 2017 / 13:22 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Daya beli buruh tani nasional dan daya beli buruh informal perkotaan Mei 2017 menurun. Hal tersebut tampak pada upah riil buruh tani dan buruh informal perkotaan yang dicatatkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Berdasarkan data BPS, upah riil buruh tani nasional bulan Mei turun 0,45% menjadi Rp 37.380 per hari dibanding bulan sebelumnya. Sementara upah riil buruh informal perkotaan turun 0,13% dibanding bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Sosial Sairi Hasbullah mengatakan, penurunan upah riil tersebut dipengaruhi oleh inflasi. Sebab, upah riil merupakan upah nominal dibandingkan dengan inflasi.

Adapun upah nominal buruh tani nasional dan buruh informal perkotaan masing-masing naik 0,29% dan 0,26%. Akan tetapi, inflasi bulan lalu juga tercatat cukup tinggi, yaitu sebesar 0,74% untuk perdesaan dan 0,39% untuk nasional.

"Apabila ini (upah riil) tidak membaik secara siginifikan, ini akan sangat berpengaruh dengan angka kemiskinan. Karena di perdesaan didominasi oleh petani gurem," kata Sairi, Kamis (15/6).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×