kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Mei 2017, daya beli buruh tergerus inflasi


Kamis, 15 Juni 2017 / 13:22 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Daya beli buruh tani nasional dan daya beli buruh informal perkotaan Mei 2017 menurun. Hal tersebut tampak pada upah riil buruh tani dan buruh informal perkotaan yang dicatatkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Berdasarkan data BPS, upah riil buruh tani nasional bulan Mei turun 0,45% menjadi Rp 37.380 per hari dibanding bulan sebelumnya. Sementara upah riil buruh informal perkotaan turun 0,13% dibanding bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Sosial Sairi Hasbullah mengatakan, penurunan upah riil tersebut dipengaruhi oleh inflasi. Sebab, upah riil merupakan upah nominal dibandingkan dengan inflasi.

Adapun upah nominal buruh tani nasional dan buruh informal perkotaan masing-masing naik 0,29% dan 0,26%. Akan tetapi, inflasi bulan lalu juga tercatat cukup tinggi, yaitu sebesar 0,74% untuk perdesaan dan 0,39% untuk nasional.

"Apabila ini (upah riil) tidak membaik secara siginifikan, ini akan sangat berpengaruh dengan angka kemiskinan. Karena di perdesaan didominasi oleh petani gurem," kata Sairi, Kamis (15/6).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×