kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.940   30,00   0,17%
  • IDX 6.367   27,18   0,43%
  • KOMPAS100 839   -0,45   -0,05%
  • LQ45 635   -2,01   -0,32%
  • ISSI 219   0,61   0,28%
  • IDX30 358   -0,78   -0,22%
  • IDXHIDIV20 443   -0,93   -0,21%
  • IDX80 96   -0,19   -0,20%
  • IDXV30 119   0,43   0,36%
  • IDXQ30 115   -0,42   -0,37%

Masyarakat miskin bertambah, jaring pengaman sosial jadi perhatian Jokowi


Kamis, 30 April 2020 / 14:18 WIB
ILUSTRASI. Warga berativitas di pemukiman nelayan kawasan Muara Angke, Jakarta, kamis (06/02). Masyarakat miskin bertambah, jaring pengaman sosial jadi perhatian. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah fokus pada jaring pengaman sosial. Hal itu disampaikan saat membuka musyawarah perencanaan dan pembangunan nasional tahun 2020. 

Akibat pandemi virus corona (Covid-19) memberi tekanan ekonomi bagi masyarakat. "Hampir semua sektor di tanah air, PHK, kehilangan pendapatan, pekerjaan, jumlah warga miskin meningkat," ujar Jokowi saat membuka Musrenbangnas tahun 2020 melalui video conference di Istana Merdeka, Kamis (30/4).

Baca Juga: Bappenas: RKP 2021 fokus pada pemulihan ekonomi dan sosial pasca pandemi corona

Seluruh pihak harus merancang model bagi tata cara jaring pengaman sosial. Hal itu agar program jaring pengaman sosial dapat berjalan efektif.

Jokowi minta jaring pengaman sosial yang dikeluarkan pemerintah dapat tepat sasaran. Terdapat data yang transparan dan akuntabel sehingga dapat dipantau. "Setiap saat bisa dilihat, bisa diketahui sehingga dapat dikoreksi dengan cepat kalau terjadi kesalahan," terang Jokowi.

Asap tahu saja sebelumnya pemerintah pusat telah menyediakan anggaran untuk jaring pengaman sosial akibat Covid-19. Total anggaran yang digunakan mencapai Rp 110 triliun.

Baca Juga: HIPMI gandeng IndoAlkes distribusikan alat kesehatan ke masyarakat dan pemerintah

Selain itu pemerintah daerah juga diminta untuk melakukan realokasi APBD untuk penanganan Covid-19. Selain untuk jaring pengaman sosial, APBD juga direalokasikan untuk fasilitas kesehatan dan stimulus ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×