kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   -32.000   -1,16%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Masukan pengusaha untuk pelabuhan Batam


Selasa, 07 November 2017 / 15:25 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelabuhan menjadi fasilitas perhubungan penting di wilayah kepulauan. Masih terkendalanya aktivitas pelabuhan di Batam menjadi salah satu fokus kinerja Badan Pengusahaan (BP) Batam yang baru.

Harapan sejumlah pengusaha untuk pembenahan Pelabuhan Batam pun bisa menjadi masukan bagi BP Batam. Bani Maulana Mulia selaku Managing Director PT Samudera Indonesia, Tbk (SMDR) menilai, isu yang perlu dipertimbangkan ialah Peraturan Kepala (Perka) No. 17 tahun 2016.

Dalam beleid ini, menurut dia, tarif pelabuhan lebih tinggi US$ 0,1 ketimbang di Singapura dan Malaysia. Selain itu, pemberlakuannya tanpa waktu sosialisasi maupun adaptasi yang cukup.

"Ini yang membuat daya saing pelabuhan Batam menjadi turun dan berat bagi pengusaha," kata Bani kepada Kontan.co.id, Selasa (7/11).

Carmelita Hartoto, Ketua DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) bilang pihaknya tengah berdiskusi dengan berbagai asosiasi lain untuk memberikan masukan terkait permasalahan pelabuhan.

"Kami sedang diskusi dengan pemerintah mengenai tarif-tarif kepelabuhan dan beberapa kebijakan yang dianggap kurang pas," jelas Carmelita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×