Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danantara Indonesia mulai membidik aset energi di pasar global. Melalui holding investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM), Danantara menanamkan US$ 250 juta di HighPeak Energy, perusahaan migas asal Texas yang memiliki aset di Permian Basin, Amerika Serikat (AS).
Investasi tersebut menjadi langkah DIM memperluas eksposur di sektor energi sekaligus membuka peluang transfer teknologi dan keahlian bagi tenaga kerja Indonesia. Transaksi melalui penerbitan convertible preferred stocks dalam beberapa tahap
Menurut US Energy Information Administration, Permian Basin menyumbang 48% dari total produksi minyak AS pada tahun 2025. Pertumbuhan produksi di wilayah tersebut antara lain didorong penggunaan teknik pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik atau fracking.
Bagi Indonesia, investasi ini juga membuka peluang transfer pengetahuan dan keahlian teknis. Setelah transaksi rampung, HighPeak akan mengembangkan program pelatihan dan penugasan kerja (secondment) bagi tenaga kerja Indonesia.
Chief Executive Officer Danantara Investment Management, Pandu Sjahrir mengatakan, investasi tersebut sejalan dengan mandat DIM untuk berinvestasi di sektor strategis dengan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Strategi Pemerintah Kejar Ekonomi Vietnam, Dorong Hilirisasi Hingga Digitalisasi AI
“Posisi strategis HighPeak di salah satu pasar hulu minyak dan gas bumi paling maju di dunia menjadikannya peluang investasi yang potensial. Kami berharap, kerja sama ini dapat memfasilitasi transfer pengetahuan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia,” ujar Pandu, dalam keterangannya, Selasa (6/10).
Dalam transaksi tersebut, DIM memperoleh perlindungan terhadap penurunan nilai investasi serta peluang mendapatkan manfaat dari kenaikan nilai ekuitas melalui konversi menjadi saham biasa.
DIM juga memiliki opsi untuk berpartisipasi dalam penawaran saham HighPeak berikutnya melalui private placement dan akan menempatkan satu perwakilan di jajaran direksi HighPeak.
Presiden dan Chief Executive Officer HighPeak, Michael Hollis mengatakan, investasi DIM akan mendukung pengembangan aset perusahaan di Permian Basin, termasuk melalui perluasan program pengeboran.
“Kerja sama dengan DIM akan mengakselerasi pengembangan aset tersebut melalui investasi berkelanjutan, termasuk perluasan program pengeboran,” ujar Michael.
Investasi ini sekaligus membuka ruang bagi Indonesia untuk mempelajari praktik pengembangan lapangan migas di Permian Basin yang dapat menjadi referensi dalam upaya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi domestik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














