Reporter: Yudho Winarto | Editor: Test Test
JAKARTA. Wakil Presiden Boediono menuturkan masa kecilnya sangat akrab dengan wayang. Tidak heran jika wayang menjadi bagian dari hidup masa kecilnya.
"Kalau mengenang kembali masa kecil saya waktu itu wayang menjadi bagian dari hidup anak-anak. Lantaran bioskop jumlahnya sedikit dan mahal," kata Boediono saat membuka Kongres Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi), di kantor wakil Presiden, Jumat (21/10).
Boediono bercerita pengalaman kala masih kecil sering diajak ayahnya untuk menonton pertunjukan wayang di kampung. Tidak hanya itu, ayahnya memberikan penjelasan perihal cerita wayang.
"Kalau malam tentu saya ingat bapak saya membangunkan jam 02.00 wib untuk sampai pagi. Jadi memang di dorong oleh orang tua untuk menyukai dan mengapresiasi budaya sendiri," katanya.
Menurut Boediono, wayang tidak sebatas sebagai media hiburan tetapi menjadi sebuah media komunikasi yang sangat efektif. Banyak nilai yang terkandung dalam pertunjukan wayang. Bagi Boediono wayang mengandung nilai positif. "Cerita wayang ini mempunyai makna dan nilai yang luhur yang bisa diserap anak kita," katanya.
Tidak heran jika Boediono menekankan pengenalan wayang untuk generasi muda. Tidak sebatas mentransfer nilai-nilai tetapi juga menumbuhkan bibit-bibit generasi muda pewaris budaya.
Konggres Senawani merupakan acara lima tahunan. Sejumlah rangkaian mengiringi Kongres sejak 19 sampai 21 Oktober 2011 di lingkungan Gedung Pewayangan Kautaman TMII. Sebut saja penyelenggaraan WoW (World of Wayang) 2011 serta pergelaran wayang semalam suntuk oleh dalang kenamaan salah satunya Ki Manteb Soedarsono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













