kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Margin keuntungan pengusaha SPBU ditambah


Rabu, 31 Desember 2014 / 11:44 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pekerja pada proyek pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah di Kalimantan Barat. PTPP Raih Kontrak Baru, Begini Prospek Emiten Kontruksi pada Paruh Kedua 2023.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah memutuskan untuk tak lagi memberikan subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan memberikan subsidi tetap untuk BBM jenis Solar dan Minyak Tanah masing-masing Rp 1.000/liter dan Rp 2.500/liter.

Dengan demikian, harga Premium diserahkan kepada mekanisme pasar dan berdasarkan rendahnya harga minyak dunia saat ini, harga Premium akan turun dari Rp 8.500/liter menjadi Rp 7.600/liter dan harga Solar yang semula Rp 7.500/liter menjadi Rp 7.250/liter.

Meski harga jual Premium dan Solar turun, tapi pemerintah menetapkan untuk menambah margin keuntungan bagi pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil bilang, penambahan margin keuntungan bagi SPBU ini dibenarkan demi menambah daya saing SPBU Pertamina menghadapi SPBU asing. "Pengusaha SPBU bisa memanfaatkan penambahan margin keuntungan untuk pengembangan fasilitas di SPBU," ujar Sofyan di Kantor Presiden, Rabu (31/12).

Sofyan mengingatkan, penambahan margin keuntungan bagi pengusaha ini harus diimbangi dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat yakni jumlah BBM yang diterima masyarakat sesuai dengan jumlah yang dibayarkan.

Selain pengusaha SPBU, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menambahkan margin keuntungan Pertamina juga akan ditambah sebagai upaya perusahaan pelat merah ini menyiapkan diri untuk mengalihkan BBM jenis Ron 88 (Premium) menjadi BBM jenis Ron 92 (Pertamax) dalam dua tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×