kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Lutfi mengklaim kalau ia sudah punya prestasi


Jumat, 14 Februari 2014 / 17:31 WIB
ILUSTRASI. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Penunjukan Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan mendapat cibiran dari berbagai kalangan. Namun Muhammad Lutfi tidak menanggapi hal tersebut dengan serius.

Sebab kata Lutfi, ia dipilih karena memiliki track record yang baik, memiliki prestasi dan sudah berkontribusi yang cukup besar bagi negara.

Misalnya saja ketika ia menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2005-2009 dan duta besar Indonesia untuk Jepang untuk periode 2010-2013. Menurutnya sejak dia menangani dua jabatan tersebut, investasi Jepang yang masuk ke Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan.  

"Saya bilang waktu datang pertama kali di Tokyo itu, investasi Jepang di Indonesia US$ 750 juta, sekarang saya pulang jadi US$ 4,7 miliar," kata Lutfi, Jumat (14/2).

Lutfi menambahkan, Indonesia saat ini bukan hanya menjadi pasar, tapi juga tujuan investasi ke depan. Indonesia sebagai pusat produksi untuk regional market. Untuk itu perlu adanya pembahasan dan diplomasi secara bersama-sama.

Bagi Lutfi sendiri, dalam tujuh bulan masa kerjanya ini akan dia gunakan untuk fokus dan kerja keras. "Nggak boleh terkena isu-isu politik dan isu-isu lain. Pokoknya ini yang musti dikerjakan jadi trouble shooter," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×