kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Luhut Sebut Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura Tak Perlu Picu Konflik


Selasa, 27 Oktober 2026 / 18:15 WIB
Luhut Sebut Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura Tak Perlu Picu Konflik
ILUSTRASI. Luhut B Pandjaitan (KONTAN/Lailatul Anisah)


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai, kebijakan Indonesia mengurangi ekspor gas alam ke Singapura tidak perlu memicu konflik antara kedua negara.

Menurutnya, pemerintah perlu bersikap tegas dalam menentukan kebijakan nasional tanpa harus memperkeruh hubungan bilateral.

Luhut mengatakan, dirinya telah membicarakan persoalan tersebut dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Ia menilai, tidak ada alasan bagi Indonesia untuk berkonflik dengan Singapura terkait pengurangan ekspor gas.

"Sebenarnya kita ngapain berkelahi sama Singapura kan enggak ada juga," kata Luhut di kantor DEN, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga: Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Bisa Pangkas Subsidi LPG hingga 30% per Tahun

Meski demikian, Luhut menegaskan bahwa Indonesia harus memiliki posisi yang jelas dalam mengambil kebijakan, termasuk dalam hubungan dengan negara lain. Pemerintah juga perlu melakukan introspeksi untuk memperbaiki berbagai hal di dalam negeri.

"Tapi kita juga sebagai negara harus juga punya posisi yang jelas," ujarnya.

Luhut menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan terkait persoalan tersebut. Ia berharap pandangan Prabowo, yang dinilainya sebagai salah satu kepala negara senior di ASEAN, dapat didengar oleh negara-negara anggota kawasan.

"Saya kira Presiden sudah memberikan arahan yang jelas," tutur Luhut.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan, pengurangan pasokan gas alam ke Singapura tidak melanggar ketentuan kontrak yang berlaku.

Indonesia mulai mengurangi ekspor gas alam ke Singapura sebesar 31 miliar British thermal unit per day (BBTUD) sejak 24 Oktober 2026.

Baca Juga: Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini (24/10), Segini Volumenya

Bahlil menjelaskan, keputusan tersebut tetap sesuai kontrak karena pasokan yang diberikan Indonesia belum melewati batas minimum yang telah disepakati kedua negara.

"Dari apa yang terjadi ini, kita belum melewati batas minimum," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/10/27/173122626/luhut-soal-pengurangan-ekspor-gas-ke-singapura-kita-enggak-perlu-berkelahi?source=headline.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×