Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menepis kekhawatiran penutupan ekspor gas ke Singapura akan memicu konflik antara kedua negara. Ia menegaskan Indonesia tidak perlu berkonflik dengan Singapura, meski tetap harus memiliki posisi yang jelas dalam menentukan kebijakan nasional.
Terkait kebijakan tersebut, Luhut menyerahkan evaluasi kepada Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Ia menilai kebijakan penutupan ekspor gas perlu dievaluasi secara menyeluruh.
"Saya kira kita serahkan pada Menteri ESDM, kan Menteri ESDM tadi sudah memberikan pernyataan. Saya kira ya perlu dievaluasi baik-baik dan saya kira Pak Bahlil sudah melakukan itu semua," ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Baca Juga: BRIN Siap Uji Lapangan APP Berbasis Singkong untuk Penanganan Karhutla
Luhut mengatakan, tidak ada alasan bagi Indonesia untuk berkonflik dengan Singapura terkait kebijakan ekspor gas. Namun, ia menegaskan Indonesia tetap harus memiliki sikap yang jelas sebagai negara.
"Sebenarnya kita ngapain berkelahi sama Singapura, kan enggak ada juga (alasan untuk berkonflik). Tapi kita juga sebagai negara harus juga punya posisi yang jelas," kata Luhut.
Ia menambahkan, pemerintah juga perlu melakukan introspeksi untuk memperbaiki berbagai aspek pengelolaan negara. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang jelas terkait hal tersebut.
Luhut juga menilai pandangan Prabowo perlu didengar oleh negara-negara ASEAN, mengingat posisi Presiden sebagai salah satu kepala negara senior di kawasan.
"Saya kira Presiden sudah memberikan arahan yang jelas ya, dan Presiden sebagai kepala negara yang cukup senior di ASEAN ini, saya kira juga perlu didengar pendapatnya oleh teman-teman dari negara-negara ASEAN," ujar Luhut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














