kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Lima prioritas Indonesia saat jabat Ketua ASEAN Bidang Ketenagakerjaan


Selasa, 08 Desember 2020 / 21:47 WIB
Lima prioritas Indonesia saat jabat Ketua ASEAN Bidang Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memimpin pertemuan tingkat Menaker se-ASEAN, Rabu (28/10/2020).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indonesia tengah menjabat sebagai Ketua ASEAN Bidang Ketenagakerjaan untuk periode 2020-2022. Selama periode ini, Indonesia akan mengajak negara-negara ASEAN fokus pada lima aspek prioritas.

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, mengatakan, ini sebagai upaya merespons kondisi tantangan global bagi sektor ketenagakerjaan ASEAN.

Menurut Anwar lima aspek prioritas tersebut yakni pertama, memperkuat kerja sama dengan seluruh anggota ASEAN dalam memberikan respon dan menghadapi pandemi Covid-19 dan perubahan-perubahan yang terjadi dalam era future of work.

Hal ini dilakukan salah satunya dengan meningkatkan employability angkatan kerja Indonesia melalui penerapan pelatihan vokasi yang masif dan sesuai dengan kebutuhan Industri.

Baca Juga: UU Cipta Kerja berdampak positif pada pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

“Kita juga mendorong atau memfasilitasi pekerja terdampak pandemi dengan program reskilling dan upskilling, agar pekerja yang terdampak job-shifting mendapat keterampilan sesuai dengan tuntutan perkembangan teknologi,” kata Anwar dalam keterangan tertulis, Selasa (8/12).

Kedua, memperkuat dialog sosial dan memastikan seluruh pekerja telah terlindungi melalui jaminan sosial tenaga kerja dan jaminan kesehatan, termasuk pekerja migran Indonesia di seluruh negara penempatan. Ketiga, memperluas pasar kerja yang fleksibel. Menurutnya, ini  pun harus mampu menyerap SDM Indonesia.

Keempat, meminimalkan kesenjangan antara partisipasi kerja perempuan dan laki-laki di Indonesia, dan memastikan tidak ada diskriminasi gender di tempat kerja.

Baca Juga: Wamendag optimistis ekspor Indonesia ke depan terus meningkat

Kelima, meningkatkan kreativitas dan inovasi produktif dari kaum muda di era ekonomi digital penting untuk dilakukan. Hal ini bisa dilakukan dengan menyediakan berbagai fasilitas, sarana, dan kemudahan bagi kaum muda untuk berkreasi yang disesuaikan dengan minat, bakat, dan kepentingan bangsa.

“Saya juga berharap selama periode kekuaan, kita dapat berperan aktif dan produktif merumuskan program dan kegiatan dalam kerangka kerjasama ASEAN, sesuai dengan kepentingan nasional dan cita-cita yang termuat dalam piagam ASEAN,” kata Anwar.

Selanjutnya: Dapat PMN Rp 22 triliun, IFG Life siap jadi pemain asuransi jiwa nasional terbesar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×