kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

KTNA minta harga pembelian beras disesuaikan dengan kenaikan inflasi


Jumat, 14 September 2018 / 17:36 WIB
ILUSTRASI. Petani panen padi


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) meminta supaya harga pembelian pemerintah (HPP) gabah/beras disesuaikan dengan kenaikan inflasi. Pasalnya, HPP belum mengalami perubahan sejak ditetapkan tahun 2015. Sementara, inflasi terus terjadi.

Ketua Umum KTNA Winarno Tohir mengatakan, seharusnya saat ini HPP gabah kering panen (GKP) minimal Rp 4.200 per kilogram (kg) mengingat biaya produksi petani yang terus meningkat. "Itu baru harga minimal, dengan harga itu baru bisa menutupi biaya produksi untuk menghasilkan 1 kg gabah," tutur Winarno kepada Kontan.co.id, Jumat (14/9).

Berdasarkan Inpres No. 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah harga pembelian pemerintah untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 3.700 per kg, GKP di tingkat penggilingan Rp 3.750 per kg, dan gabah kering giling (GKG) tingkat penggilingan Rp 4.600 per kg, GKG di gudang Bulog Rp 4.650 per kg dan HPP beras di gudang Bulog Rp 7.300 per kg

Menurut Winarno, dengan HPP yang ada tersebut, petani memang enggan menjual gabah yang dimilikinya. "Jadi banyak petani yang menahan," tuturnya.

Saat ini Perum Bulog pun sudah membeli harga beras dengan fleksibilitas pembelian 10%. Winarno mengakui adanya fleksibilitas tersebut sudah cukup membantu, namun lebih baik bila ada HPP yang tetap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×