kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

KSBSI Sambut Baik Niat Prabowo Bentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional


Kamis, 01 Mei 2025 / 17:11 WIB
KSBSI Sambut Baik Niat Prabowo Bentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional
Presiden Prabowo Subianto membagikan kaus usai menghadiri pada perayaan Hari Buruh Internasional 2025 di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025). Dalam agenda perayaan Hari Buruh Nasional, Presiden Prabowo Subianto mengatakan ia akan membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional.


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam agenda perayaan Hari Buruh Nasional atau May Day, Presiden Prabowo Subianto mengatakan ia akan membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional.

Merespons hal ini, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban menyambut baik niat Prabowo tersebut. Sebab, Presiden bersama pimpinan serikat buruh akan bisa duduk bersama mendiskusikan ragam situasi yang terjadi.

"Nah ini Dewan Kesejahteraan Buruh, nanti yang akan duduk di situ adalah para pimpinan buruh nasional. Saya kira bagus ide beliau untuk kami bisa duduk bersama-sama menjelaskan bagaimana situasinya dan tidak hanya menuntut," ungkap Elly kepada wartawan usai agenda perayaan Hari Buruh Internasional di Lapangan Monas, Kamis (1/5).

Baca Juga: Peringatan May Day, Pengusaha Umumkan 8 Poin Tuntutan Kepada Buruh dan Pekerja

Elly menjelaskan jika Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional terbentuk, nantinya forum tersebut dapat membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kesejahteraan buruh, seperti upah dan jaminan sosial.

Lebih lanjut, Elly juga menyoroti dan akan memberikan masukan tentang adanya peningkatan keahlian yang tak sesuai dengan permintaan pasar.

"Katanya ada upskilling, reskilling, lalu dibuat training-training untuk meningkatkan keahlian, tapi nggak sesuai dengan permintaan pasar, nanti kalau ada Dewan Buruh ini juga kami akan berbicara soal itu," tambahnya.

Baca Juga: Pengamat: Penurunan Bunga Kredit Tak Langsung Tekan Suku Bunga Multifinance

Terakhir, tambah Elly, pihaknya juga akan menyikapi soal PHK masal serta soal tarif Donald Trump.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×