kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Kredibilitas pembeli Bank Mutiara perlu dikaji


Selasa, 07 Februari 2012 / 20:46 WIB
ILUSTRASI. Logo Pfizer terlihat di lokasi pemasok global di Havant, Inggris, Senin (1/2/2021). REUTERS/Matthew Childs


Reporter: Herlina KD | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan, perlunya kajian terdapat kredibilitas calon pembeli bank. Pernyataan itu terkait dengan wacana pembelian Bank Mutiara yang akan menggunakan perusahaan khusus alias Special Purpose Vehicle (SPV).

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyebut, jika ada calon pembeli sebuah lembaga keuangan, hendaknya dilakukan kajian mengenai kredibilitas dan juga kemampuan keuangan dari calon pembeli. "Karena di bidang keuangan itu sangat diatur, jadi profil calon investor sangat penting untuk diketahui," ujarnya, Selasa (7/2).

Kata Agus, penggunaan SPV dalam pengambilalihan lembaga keuangan masih dimungkinkan, tapi investor utama yang ada di belakang SPV itu harus diungkap jati dirinya. "Supaya proses ini dapat dilakukan dengan baik," terangnya.

Catatan saja, Yawadwipa Companies, perusahaan asal Singapura mengaku telah menyampaikan minatnya untuk mengakuisisi Bank Mutiara dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Perusahaan ini siap mengakuisisi 100% saham Bank Mutiara dengan nilai sekitar Rp 6,7 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×