kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

KPK tak digembosi, kasus besar mudah terungkap


Sabtu, 08 Desember 2012 / 19:28 WIB
Promo HokBen terbaru 3 September 2021, jangan melewatkan promo edisi Jum'at nikmat. 


Reporter: Dyah Megasari

JAKARTA. Kasus-kasus korupsi besar niscaya bisa dengan cepat dan mudah terungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  seandainya Polri tak menarik para penyidiknya.

Di tengah minimnya jumlah penyidik di KPK, akibat ditarik Polrisecara besar-besaran, seorang menteri dan jenderal polisi aktif, justru mampu dijadikan tersangka.

Peneliti hukum Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Diansyah, mengatakan, seandainya para penyidik di KPK tak ditarik secara besar-besaran oleh Polri, bisa saja kasus-kasus korupsi besar terungkap dengan cepat dan mudah.

"Di tengah pelemahan dan serangan balik terhadap KPK, lembaga ini mampu menjerat jenderal polisi dan menteri aktif. Ini prestasi yang patut diapresiasi," kata Febri di Jakarta, Sabtu (8/12).

Menurut Febri, faktanya saat ini untuk kesekian kali Polri menarik penyidiknya di KPK. "Padahal jika saja Polri punya komitmen untuk mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi, harusnya para penyidik itu bisa diperpanjang masa tugasnya. Niscaya akan membantu KPK menangani kasus-kasus korupsi besar," katanya. (Khaerudin/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×