kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

KPK kesulitan menyusuri harta calon menteri Jokowi


Senin, 20 Oktober 2014 / 06:40 WIB
ILUSTRASI. Hubungan seks


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pertemuan dengan Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi), menjelang pelantikan presiden, Minggu (19/10) malam.

Mereka membahas rekam jejak calon menteri yang rencananya dipakai Jokowi-JK dalam kabinetnya.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto mengaku kesulitan menelusuri catatan kekayaan calon menteri yang diserahkan Tim Transisi pada Jumat (17/10), yang berlatar belakang swasta.

Itu karena KPK hanya memiliki data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), bukan pihak swasta.

"Kami agak sulit kalau ada nama dari swasta, tapi kami punya sistem dari open source deteksi semuanya. Kalau rekam jejak pasti kami enggak punya data yang sangat luas, tapi kaitannya dengan data base yang dimiliki KPK, kalau LHKPN pasti itu penyelenggara negara kan? Kalau itu dari swasta agak sulit kan," kata Bambang.

Namun, Bambang memastikan, KPK sudah berpengalaman dalam menelusuri rekam jejak. Penelusuran terhadap seseorang sebelumnya sudah pernah dilakukan KPK. Data kini sudah diserahkan ke pihak Jokowi.

Sementara beredar informasi bahwa ada sejumlah menteri yang dianggap bermasalah oleh KPK. Namun Bambang maupun pimpinan KPK lainnya enggan membeberkannya. (Fidel Ali Permana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×