kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.080   -31,00   -0,17%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Konsumsi premium Januari lalu melonjak 9%


Kamis, 10 Februari 2011 / 15:11 WIB
ILUSTRASI. Jokowi di Nabire Papua


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Konsumsi premium Januari lalu melonjak dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menghitung konsumsi premium melonjak sebesar 9% menjadi 1,9 juta kiloliter.

Dengan kata lain, permintaan masyarakat terhadap premium masih cukup tinggi. "Saya lagi konsentrasi pada BBM PSO karena kenaikannya cukup signifikan," kata Kepala BPH Migas Tubagus Haryono, Kamis (10/2).

Karena itu, BPH Migas sedang memantau SPBU di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang belum menyediakan BBM non subsidi. Pemantauan ini dilakukan agar tidak menimbulkan gejolak saat pembatasan itu resmi berlaku.

Tubagus mengatakan potensi gejolak rawan terjadi di wilayah yang terletak di pinggiran ibukota. "Jadi, bisa saja terjadi rush di daerah pinggiran, paling enggak tiga bulan harus kita cermati," kata Tubagus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×