kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

KKP akan tetapkan wilayah konservasi mamalia di Indonesia


Rabu, 21 November 2018 / 15:41 WIB
KKP akan tetapkan wilayah konservasi mamalia di Indonesia
ILUSTRASI. WISATA PANTAI LOVINA BALI

Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan berupaya untuk melakukan konservasi padang lamun ekosistem mamalia ikan dugong untuk keberlanjutan kedua spesies tersebut. Di ujung proyek yang akan berakhir pada 2022, KKP dan lembaga yang ternaung dalam proyek Dugong and Seagrass Conservation Project (DSCP) berharap dapat menetapkan Rencana Aksi Nasional berupa ketetapan konservasi mamalia laut di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satyamurti Poerwadi menyampaikan kepentingan dari program ini mengingat kekhawitran punahnya satwa mamalia laut berupa duyung, paus dan lumba-lumba di Indonesia.

Khusus mengenai dugong pada data tahun 2010, jumlah binatang tersebut yang terdata hanya mencapai 1.000 ekor. "Padahal Dugong dilindungi melalui Peraturan Pemerintah nomo 7 tahun 1999 dan terdapat banyak isu dan tantangan terkait dugong yang harus kita perhatikan bersama," jelasnya, Rabu (21/11).

Konservasi dugong dilakukan melalui memperbaiki habitatnya yakni area padang lamun alias seagrass yang merupakan kaya spesies kelautan lainnya.

Adapun masalah yang ditemui selama ini dalam upaya konservasi adalah rendahnya pengetahuan masyarakat akan status terlindung binatang tersebut, limbah laut yang merusak ekosistem dan minimnya riset pada binatang tersebut.

Oleh karena itu, sejak tahun 2016 Indonesia bersama World Wild Foundation, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) berupaya untuk melaksanakan kegiatan konservasi melalui program DSCP. Di dalamnya adalah kegiatan memperbaiki kebijakan daerah, riset dan penyadartahuan serta konservasi berbasis masyarakat.

Kedepan, KKP berencana akan menerapkan Rencana Aksi Nasional (RAN) untuk mempertahankan wilayah konservasi dugong tersebut. Adapun lokasi konservasi di lakukan di empat titik, yakni Bintan di Kepulauan Riau, Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah, Toli Toli di Sulawesi Tengah dan Alor di Nusa Tenggara Timur.

"Saat ini baru di empat daerah karena sesuai penampakan dugong. Berikutnya, Belitung siap untuk dijadikan kawasan konservasi dan pengolahan lingkungan," kata Brahmantya.

Syamsul Bahri Lubis, Fungsional Ahli Madya Pengelola Ekosistem Pesisir dan Laut, Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut KKP menyampaikan anggaran yang digunakan untuk proyek ini senilai US$ 800.000 yang bersumber dari Global Environment Fund (GEF) yang dihimpun dari negara-negara donor anggota Bank Dunia.

Dana tersebut kemudian disalurkan kepada WWF untuk kegiatan keberlanjutan dan pelestarian dugong dan padang lamun yang dikerjakan oleh badan LIPI, IPB, dan KKP.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Tag

TERBARU

[X]
×