kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.880   -20,00   -0,12%
  • IDX 7.930   -4,97   -0,06%
  • KOMPAS100 1.117   0,00   0,00%
  • LQ45 813   -2,96   -0,36%
  • ISSI 279   1,04   0,38%
  • IDX30 425   -1,35   -0,32%
  • IDXHIDIV20 511   -3,63   -0,70%
  • IDX80 125   -0,09   -0,07%
  • IDXV30 138   -0,89   -0,64%
  • IDXQ30 138   -0,75   -0,54%

Kerek anggaran demi kedaulatan pangan


Selasa, 18 Agustus 2015 / 12:00 WIB
Kerek anggaran demi kedaulatan pangan


Reporter: Handoyo | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Tidak ada jalan lain, Indonesia memang harus bisa memiliki kedaulatan pangan, supaya tak menggantungkan sepenuhnya pada pangan impor.

Agaknya, itulah target pemerintah dengan menaikkan anggaran pembangunan bidang pangan.

Berdasarkan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016, pemerintah mengalokasikan anggaran kedaulatan pangan senilai Rp 126,6 triliun, naik 0,5% dibanding APBN-Perubahan 2015, yaitu Rp 125,9 triliun.

Terdapat tiga kementerian yang memegang peran penting di dalam prioritas kedaulatan pangan, yaitu Kementerian Pertanian (Kemtan), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kementerian Pertanian misalnya, tahun depan mendapat anggaran kedaulatan pangan Rp 32,9 triliun.

Dana ini akan digunakan untuk mencetak sawah baru dan meningkatkan produktivitas bahan pangan pokok seperti padi, jagung dan kedelai.

Anggaran kedaulatan pangan pada Kementerian PU-Pera Rp 6,6 triliun, diarahkan untuk membangun jaringan irigasi pertanian.

Sedang alokasi di KKP Rp 11 triliun diarahkan, antara lain, untuk meningkatkan produksi baik perikanan tangkap, perikanan budi daya, serta produk perikanan lainnya.

Selain di kementerian, anggaran kedaulatan pangan juga dialokasikan di pos belanja belanja non K/L yang diprioritaskan untuk kegiatan penyaluran subsidi pangan, subsidi pupuk, pemberian alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK), penyediaan cadangan beras pemerintah dan cadangan stabilisasi harga pangan.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, selain menambah anggaran, upaya mewujudkan ketahanan pangan juga dilakukan lewat akselerasi berbagai regulasi dan rantai pasok.

"Kalau tahapan ini dilalui dengan baik, tiga tahun swasembada seperti padi dapat tercapai," ujar dia, Senin (17/8).

Beberapa komoditas yang menjadi fokus utama pemerintah dalam mencapai kedaulatan pangan tersebut adalah produksi padi sebanyak 76,2 juta ton, jagung 21,4 juta ton, kedelai 1,8 juta ton, gula 3,3 juta ton, daging sapi dan kerbau 0,59 juta ton, dan produksi ikan 14,8 juta ton.

Bangun Waduk

Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono bilang, untuk mendukung program ketahanan pangan, pembangunan bendungan tetap menjadi skala prioritas Kementerian PU.

"Pembangunan delapan waduk untuk tahun depan tetap dilakukan," kata Basuki.

Delapan bendungan tersebut antara lain, bendungan Ciawi di Jawa Barat, bendungan Sukamahi di Jawa Barat, bendungan Kolhua di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Juga ada bendungan Rukoh di Aceh, bendungan Kuil di Sulawesi Utara, bendungan Sukoharjo di Lampung, bendungan Cipanas di Jawa Barat, dan bendungan Sindangheula di Banten.    

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×