kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.003   12,00   0,07%
  • IDX 7.007   -89,81   -1,27%
  • KOMPAS100 964   -12,89   -1,32%
  • LQ45 709   -10,04   -1,40%
  • ISSI 248   -1,54   -0,62%
  • IDX30 386   -4,81   -1,23%
  • IDXHIDIV20 486   -3,25   -0,67%
  • IDX80 109   -1,27   -1,15%
  • IDXV30 134   -0,22   -0,16%
  • IDXQ30 126   -1,58   -1,24%

Kenaikan Cukai Rokok Tahun Depan & Kekhawatiran Meningkatnya Peredaran Rokok Ilegal


Rabu, 12 Juni 2024 / 05:35 WIB
Kenaikan Cukai Rokok Tahun Depan & Kekhawatiran Meningkatnya Peredaran Rokok Ilegal
ILUSTRASI. Penjualan rokok di minimarket Jakarta, Senin (15/4/2024). Kenaikan Cukai Rokok Tahun Depan & Kekhawatiran Meningkatnya Peredaran Rokok Ilegal


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tarif cukai rokok bakal naik lagi tahun depan. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Askolani mengungkapkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menerima persetujuan untuk menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) alias cukai rokok pada tahun depan.

Hanya saja, kata Askolani, untuk besaran tarifnya akan dibahas dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.

Senior ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, mengatakan, apabila kenaikan cukai terlalu tinggi di atas 10% maka tentu saja pertumbuhan penerimaan cukai akan semakin lambat.

Baca Juga: IHSG Bisa Naik Hampir 9% Tahun Depan, Intip Rekomendasi 10 Saham Berikut

"Pasti ini akan berhadapan dengan tingkat daya beli masyarakat yang belum pulih, sehingga yang terjadi masyarakat akan turun golongan. Misalkan kelas golongan 1 ke golongan 2 dan seterusnya," kata Tauhid kepada Kontan, Selasa (11/6).

Tauhid juga menambahkan, dengan adanya kenaikan CHT berpotensi  memunculkan rokok-rokok ilegal. "Bisa saja rokok ilegal akan muncul," ucapnya.

Selain itu, kenaikan ini juga akan berdampak pada penurunan sumbangan dari industri hasil rokok ke perekonomian. Oleh karena itu, kenaikan CHT sebaiknya moderat.

"Sepakat dengan pemerintah bahwa untuk kenaikannya ini tidak setahun tapi dua tahun sekali, sehingga ada persiapan bagi industri untuk melakukan penyesuaian tarif maupun dari sisi produksi. Kalau kenaikan terlalu tinggi dan gejolak tiap tahun, industri akan semakin terdesak," ucapnya.

Baca Juga: Indocement (INTP) Proyeksikan Permintaan Semen Nasional Naik hingga 3% Tahun Depan

Di samping itu, kenaikan CHT yang terlalu tinggi berdampak positif terhadap prevelansi merokok anak. 

Nah tren kenaikan 10% dalam dua tahun terakhir menunjukkan sisi positif, prevelansi merokok anak semakin menurun. Tapi memang peningkatan cukainya tidak terlalu naik signifikan," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×