kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.145   50,48   0,83%
  • KOMPAS100 811   6,31   0,78%
  • LQ45 620   3,10   0,50%
  • ISSI 217   3,05   1,42%
  • IDX30 354   2,16   0,61%
  • IDXHIDIV20 437   -2,18   -0,50%
  • IDX80 94   0,90   0,97%
  • IDXV30 121   0,28   0,24%
  • IDXQ30 115   -0,67   -0,58%

Kenaikan Cadangan Devisa 2022 Bakal Tertahan Tapering Off


Sabtu, 08 Januari 2022 / 06:36 WIB
ILUSTRASI. Petugas menghitung uang dollar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (10/2). Kenaikan Cadangan Devisa 2022 Bakal Tertahan Tapering Off.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cadangan devisa Indonesia masih berpotensi tambun tahun ini. Namun, kenaikannya tak bakal sebesar tahun lalu akibat normalisasi kebijakan bank sentral global, terutama The Fed.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi cadangan devisa pada Desember 2021 berada di US$ 144,9 miliar. Angka ini turun dari November US$ 145,9 miliar. Penyebabnya, kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Meski turun, posisi cadangan devisa Desember masih setara dengan pembiayaan delapan bulan impor atau 7,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (7/1).

Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia pada Desember 2021 Turun, Ini Kata Ekonom

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebutkan, meskipun cadangan devisa Desember 2021 menurun dari bulan sebelumnya, masih lebih tinggi US$ 9 miliar dibanding Desember 2020.

Secara umum, kenaikan cadangan devisa tahun lalu ditopang oleh potensi surplus neraca pembayaran. Hal ini sejalan dengan potensi surplus neraca transaksi berjalan karena tren kenaikan harga komoditas global.

Dan, Josua memproyeksikan, cadangan devisa tahun ini berpotensi meningkat. Tapi, peningkatannya lebih rendah dibanding tahun lalu. Sebab, surplus neraca pembayaran berpeluang turun menyusul penurunan surplus transaksi keuangan.

"Terutama, investasi portofolio mempertimbangkan potensi percepatan tapering serta kenaikan suku bunga The Fed," kata Josua, Jumat (7/1).

Baca Juga: Terbesar di Dunia, Cadangan Devisa China Capai US$ 3,25 Triliun




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×