kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.028,68   2,35   0.23%
  • EMAS974.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Kenaikan Cadangan Devisa 2022 Bakal Tertahan Tapering Off


Sabtu, 08 Januari 2022 / 06:36 WIB
 Kenaikan Cadangan Devisa 2022 Bakal Tertahan Tapering Off
ILUSTRASI. Petugas menghitung uang dollar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (10/2). Kenaikan Cadangan Devisa 2022 Bakal Tertahan Tapering Off.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cadangan devisa Indonesia masih berpotensi tambun tahun ini. Namun, kenaikannya tak bakal sebesar tahun lalu akibat normalisasi kebijakan bank sentral global, terutama The Fed.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi cadangan devisa pada Desember 2021 berada di US$ 144,9 miliar. Angka ini turun dari November US$ 145,9 miliar. Penyebabnya, kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Meski turun, posisi cadangan devisa Desember masih setara dengan pembiayaan delapan bulan impor atau 7,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (7/1).

Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia pada Desember 2021 Turun, Ini Kata Ekonom

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebutkan, meskipun cadangan devisa Desember 2021 menurun dari bulan sebelumnya, masih lebih tinggi US$ 9 miliar dibanding Desember 2020.

Secara umum, kenaikan cadangan devisa tahun lalu ditopang oleh potensi surplus neraca pembayaran. Hal ini sejalan dengan potensi surplus neraca transaksi berjalan karena tren kenaikan harga komoditas global.

Dan, Josua memproyeksikan, cadangan devisa tahun ini berpotensi meningkat. Tapi, peningkatannya lebih rendah dibanding tahun lalu. Sebab, surplus neraca pembayaran berpeluang turun menyusul penurunan surplus transaksi keuangan.

"Terutama, investasi portofolio mempertimbangkan potensi percepatan tapering serta kenaikan suku bunga The Fed," kata Josua, Jumat (7/1).

Baca Juga: Terbesar di Dunia, Cadangan Devisa China Capai US$ 3,25 Triliun

Tak hanya itu, neraca transaksi berjalan juga diperkirakan akan kembali defisit akibat impor yang cenderung meningkat serta potensi normalisasi harga komoditas ekspor pada semester kedua tahun ini.

"Cadangan devisa pada akhir 2022 diperkirakan akan berada di kisaran US$ 150 miliar sampai US$ 152 miliar," tambah Josua.

Baca Juga: Cadangan Devisa Turun ke Posisi US$ 144,9 Miliar di Desember 2021

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman juga memperkirakan, posisi cadangan devisa hingga akhir tahun ini meningkat ke kisaran US$ 147 miliar hingga US$ 150 miliar.

Terbatasnya kenaikan cadangan devisa lantaran masih ada ketidakpastian akibat pandemi Covid-19, khususnya dengan munculnya varian baru. Juga, Faisal menambahkan, dampak normalisasi kebijakan moneter global, termasuk tapering The Fed.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era Data Analysis with Excel Pivot Table

[X]
×